BENTUK DAN MAKNA SEGITIGA PADA RELIEF NARATIF DI DESA SEMBIRAN-SINGARAJA

Apr 18, 20222022, Artikel

Kiriman : Made Tiartini Mudarahayu (Dosen Program Studi Desain Mode FSRD Institut Seni Indonesia Denpasar)

Pendahuluan

Desa Sembiran terletak di Kecamatan Tejakula, 27-30 km dari timur Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng Provinsi Bali (Murtana, dkk, 2013:27). Dikenal sebagai salah satu desa tua di Bali, Sembiran terbukti telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu, melalui bukti arkeologis berupa artefak kapak batu penetak, pahat genggam, serut puncak dan alat batu lainnya (Ardika, dkk, 2015:14).

Selain berbagai artefak tersebut, beberapa tempat pemujaan dengan ciri megalitik pun ditemukan di Desa Sembiran, di antaranya kini dikenal sebagai Pura Dulu, Pura Kahyengan Kangin, Pura Empu, Pura Cungkub dan Pura Jugan (Murtana, dkk, 2013:43). Ciri khas dari peninggalan zaman megalitikum ini adalah berbahan batu besar, tunggal, vertikal atau horizontal.

Meskipun memiliki banyak pura dengan ciri megalitik, namun hampir seluruhnya telah mengalami pemugaran, menurut keterangan I Nyoman Sutarmi selaku Pemangku Adat, Pura Jugan dan Pura Cungkub merupakan pura yang dipugar pada periode awal sebelum tahun 1974, atau jauh sebelum pura lain di Desa Sembiran mengalami pemugaran.

Pernyataan I Nyoman Sutarmi tersebut didukung dengan kondisi fisik Pura Jugan dan Pura Cungkub yang cukup tua, dengan beberapa bagian arsitektur telah mengalami pelapukan. Selain itu, pada kedua pura ini terdapat relief yang melengkapi beberapa bagian pura khususnya pada area bale piasan, namun tidak ditemukan pada pura lain di Desa Sembiran. Pada dasarnya relief merupakan karya dua dimensi, namun pada kasus tertentu juga bagian dari seni patung. Teknik pembuatan relief dapat berupa teknik pahat, maupun teknik kolase (Susanto, 2011:330).

Selengkapnya dapat unduh disini

Agenda

May 2022
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RSS REPOSITORY

Event

Berita Terkait

Pergelaran seni ekologis Nuwur Kukuwung Ranu serangkaian program Sastra Saraswati Sewana 2022 “Toya Uriping Bhuwana Usadhaning Sangaskara”. Pergelaran kolaborasi Yayasan Puri Kauhan Ubud dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar pada Tumpek Wariga

Pergelaran seni ekologis Nuwur Kukuwung Ranu serangkaian program Sastra Saraswati Sewana 2022 “Toya Uriping Bhuwana Usadhaning Sangaskara”. Pergelaran kolaborasi Yayasan Puri Kauhan Ubud dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar pada Tumpek Wariga, 14 Mei 2022, di...

Saksikan pertunjukan ekologis ”Nuwur Kukuwung Ranu” (jalan penghormatan dan pemuliaan atas keindahan Danau Batur yang menghidupi Pulau Bali), persembahan Yayasan Puri Kauhan Ubud bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI)

Saksikan pertunjukan ekologis ”Nuwur Kukuwung Ranu" (jalan penghormatan dan pemuliaan atas keindahan Danau Batur yang menghidupi Pulau Bali), persembahan Yayasan Puri Kauhan Ubud bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar pada hari ini Tumpek...

Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof. Dr. Wayan “ Kun” Adnyana memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diikuti oleh para pimpinan, tenga pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan ISI Denpasar

Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof. Dr. Wayan “ Kun” Adnyana memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diikuti oleh para pimpinan, tenga pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan ISI Denpasar Jumat, 12 Mei 2022. Di akhir acara,...

Loading...