CRITIQUE OF METHOD IN SOCIAL SCIENCE

Kiriman : NYOMAN DEWI PEBRYANI (Dosen FSRD ISI Denpasar)

 

Introduction

Science as a knowledge has two main parts, those are social science and natural science. Natural science has precise measurement of an object while social science as a science of person or group or collective behavior is uneasy to measure, thus it made many outsiders felt doubt in social scientism. Sayer through the book of ‘Method in Social Science’ attempts to reveal hesitation from outsiders by showing some reflection in social science knowledge, since these two main sciences has interdependencies within each other. In this paper, author will examine the content of the book concerning method in social science.

Selengkapnya dapat unduh disini

Komik Mahabharata Karya Gun Gun dan Identitas Bali

Kiriman : I Wayan Nuriarta (Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar)

Abstrak

Tulisan ini dibuat untuk membaca tanda visual dan tanda verbal yang terdapat pada komik Mahabharata karya Gun Gun. Pembacaan terhadap tanda tersebut akan digunakan untuk mendeskripsikan teks visual dan teks verbal komik sebagai identitas budaya Bali. Dari sejumlah 18 buku komik yang diobservasi, komik Gun Gun dalam cerita Aswamedha Parwa dipilih dalam pembahasan ini karena pada Parwa ini bercerita tentang kehidupan setelah perang Bharatayudha yang sarat akan makna yadnya dan kesucian jagat. Dalam komik termuat identitas Bali. Komik karya Gun Gun terungkap bahwa ada persoalan politik identitas budaya Bali dihadirkan. Komik adalah media komunikasi yang populer, tetapi yang paling sedikit diperbincangkan sebagai suatu gejala kebudayaan. Komik Mahabharata karya Gun Gun pada tampilan visual dan cara tokoh berbicara dalam balon kata menunjukkan adanya politik identitas. Identitas mendapatkan sebuah perumusan sebagai suatu produksi, bukan esensi yang tetap dan menetap. Dengan begitu identitas selalu berproses, selalu membentuk, di dalam sebagai representasi. Ini juga berarti bahwa otoritas dalam keaslian identitas dalam konsep “identitas kultural”, identitas merupakan konstruksi. Identitas hanya bisa ditandai dengan perbedaan, sebagai suatu bentuk representasi dalam sistem simbolik maupun sosial untuk melihat dirinya sendiri. Tampilan secara visual simbolik, komik Mahabharata karya Gun Gun menghadirkan arsitektur yang menunjukan representasi bangunan Bali. Dialog-dialog dengan bahasa Indonesia juga diisi dengan selipan-selipan bahasa Bali.

Kata Kunci: komik Mahabharata, identitas budaya Bali, kajian budaya

Selengkapnya dapat unduh disini

Implementasi Pendidikan dalam Kesenian Ulu Ambek di Pariaman

Kiriman : Yulinis (Prodi Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar)

Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah melihat implementasi pendidikan dalam kesenian Ulu Ambek di Pariaman. Upaya mengamati tari Ulu Ambek di Pariaman tidak hanya terbatas pada mengamati wujud sebuah bentuk aktivitas masyarakatnya dengan persoalan-persoalannya, tetapi juga pada hakikat yang terkandung dalam seni tersebut. Jika dikaitkan dengan pendidikan, seni berfungsi menemukan dan mengungkapkan makna keindahan semesta karena seni adalah sesuatu yang memberikan pembelajaran. Perjalanan tari Ulu Ambek tidak terlepas dari perilaku tradisional masyarakat Pariaman. Secara nyata diperlihatkan bahwa perkembangan sebuah grup kesenian modern tidak sama dengan perkembangan grup kesenian tradisi tari Ulu Ambek ataupun keseniankesenian tradisi lainnya. Maka perkembangan itu memiliki kaitan yang erat dengan dunia pendidikan. Hasil analisis menunjukan bahwa implementasi pendidikan dalam kesenian Ulu Ambek di Pariaman sangat berkaitan dengan pendidikan manusia Pariaman di rumah gadang, surau, lapau, dan balai adat. Keempat wilayah ini menjadi sentral dalam mendidik generasi. Dalam kesenian Ulu Ambek tergambar bahwa anak lakilaki memiliki tanggung jawab yang besar dalam empat wilayah kehidupan di atas. Mereka harus bertanggungjawab dalam kehidupan di rumah gadang, kehidupan di surau, kehidupan di lapau, dan kehidupan di balai adat. Keempat wilayah ini merupakan wilayah yang menyeimbangkan antara kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat.

Kata kunci : kesenian, pendidikan, implementasi, Pariaman, ulu ambek

Selengkapnya dapat unduh disini

Kreasi Pakaian Bekas pada Busana Casual

Kiriman : Ni Putu Darmara Pradnya Paramita (Prodi Desain Mode ISI Denpasar)

Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui proses pemanfaatan pakaian bekas dengan teknik upcycling. Pakaian bekas merupakan pakaian yang sudah dipakai  sebelumnya. Pakaian bekas bagi sebagian orang sudah tidak berguna dan dibuang begitu saja, sehingga mencemarkan, merusak lingkungan kini dapat dimanfaatkan  dan diolah kembali lebih menarik dengan teknik upcycling. Upcycling adalah penggunaan kembali limbah yang ada secara kreatif untuk menghasilkan nilai tambah, nilai jual dan masa pakainya bertambah panjang. Fashion ramah lingkungan yang berkelanjutan tidak hanya untuk wanita, tetapi juga menarik saat dikenakan oleh pria dengan tetap memperhitungkan kenyamanan saat memakainya. Pakaian bekas dapat menjadi bahan pembuatan busana yang unik, kreatif dan inovatif. Berkreasi dengan pakaian bekas (lama) menjadi busana  casual yang fashionable. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam teknik upcycling pakaian bekas yaitu memilih pakaian lama yang layak pakai, pemilihan dilihat dari segi ukuran, jenis bahan, motif bahan, warna bahan, kualitas bahan, menggabungkan dua atau lebih pakaian bekas, merubah model pakaian bekas dan menambahkan hiasan.

Kata kunci: pakaian bekas, upcycling, busana casual

Selengkapnya dapat unduh disini

SENI DIGITAL (REKAVISUAL DAN REVITALISASI)

Kiriman : I Komang Arba Wirawan  (Dosen FSRD ISI Denpasar)


Disampaikan dalam Widyatula (sarasehan) Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan pada Tahun 2021, Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII, Tema: Purna Jiwa, Prananing Wana Kerthi (Jiwa Paripurna Napas Pohon Kehidupan), sebagai implementasi visi: Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Jumat, 9 Juli 2021.


PENDAHULUAN
Teknologi telah mengubah budaya pada tingkat yang paling dalam secara radikal dan mengubah seni analog menjadi seni digital secara drastis untuk memahami dunia manusia, diri manusia, dan hubungan di antara masyarakat dan budaya berkesenian. Dalam perjalanan abad ke-20 dan abad ke-21 seni digital telah menjadi penentuarah seni dan budaya. Seni digital menjadi seni rekavisual dan dapat menjadi revitalisasi seni itu sendiri. Oleh karena itu, dimungkinkan melihat seni untuk memahami kedalaman zaman ini yang telah banyak berubah akibat teknologi. Seni digital memberitahukan bagaimana teknologi menjadi instrumen identitas seni rekavisual(menyusun/mengatur/menata visual yang dapat dilihat oleh penglihatan). Di samping itu, juga dapat menjadi kekuatan revitalisasi (proses pembuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali) seni tradisional yang langka dan hampir punah.

Selengkapnya dapat unduh disini

SEKILAS TENTANG KEGIATAN KESENIAN DI BALAI-BALAI BANJAR DI PERKOTAAN

Kiriman : I Ketut Sudhana

Abstrak

Balai banjar merupakan tempat berkumpul bagi warga masyarakat untuk melakukan berbagai jenis kegiatan yang berhubungan dengan komunitas warga masyarakat itu sendiri misalnya rapat (sangkep), melakukan proses kegiatan upacara adat seperti pernikahan, kegiatan pesantian, magambel dan lain-lain.

Kata kunci : kesenian, balai banjar, perkotaan.

Selengkapnya dapat unduh disini

Loading...