Comparative studies of Owen Jones and Christopher Alexander Related to Pattern Design and Cultural Knowledge

Kiriman : Nyoman Dewi Pebryani (Dosen Desain Mode ISI Denpasar)

Abstract

Owen Jones and Christopher Alexander are two architects who explored design in different years, so their perspective and exploration in patterns design are distinctive. The comparative analysis between these two architects will start from the different standpoint of “pattern” definition introduced by each architect and continue with a description about the way that the theories of each architect relates to the classification of pattern design and cultural knowledge.

Keywords: Owen Jones, Christopher Alexander, Ornament, pattern design, computation

Selengkapnya dapat unduh disini

PROYEKSI PERUBAHAN KEBUTUHAN DAN FUNGSI RUANG

Kiriman : I Putu Udiyana Wasista (Jurusan Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar)

Abstrak

                Tulisan ini memberikan gambaran tentang isu proyeksi perubahan kebutuhan dan fungsi ruang di era krisis pandemi Covid-19. Literature review digunakan sebagai metode untuk menyampaikan isu tersebut. Nantinya baik ruang publik maupun ruang pada rumah tinggal akan banyak mengalami perubahan. Ruang publik dalam kegiatan bersosialisasi akan berpindah ke ruang digital. Kegiatan komersil akan mempersempit ruangnya dan akan lebih banyak menggunakan aplikasi online dalam pemasaran. Sedangkan perkantoran akan berkembang menjadi small office home office. Untuk rumah tinggal, kebutuhan ruang yang paling pokok adalah ruang untuk bekerja dan berekreasi.

Kata kunci : Arsitektur, Desain Interior, Covid-19

Selengkapnay dapat unduh disini

The Importance Understanding of Artisan’s Perspective in Pattern Analysis

Kiriman : Nyoman Dewi Pebryani (Dosen Desain Mode ISI Denpasar)

Abstract

Understanding perspective from the artisans is the unique approach in this study since most of the studies in pattern analysis and classification ignore the individuals or artisans who design and create the patterns. Most of the research about pattern analysis has been conducted by surveying the patterns or collecting the data from the reliable sources without trying to engage with the artisans and understand their culture and worldview. The pattern analysis that does not take into consideration the artisan’s perspectives will be misguided, since it proceeds from the researcher’s limited interpretation of the patterns, without any regard for the context in which the patterns were created and appreciated.

Keywords: pattern analysis, creators’ perspective, design, symmetry

Selengkapnya dapat disini

MENJALANI ERA NEW NORMAL TANPA MENGURANGI ETIKA MORAL

Kiriman : Dr. N.K. Dewi Yulianti, S.S., M.Hum. (Program Studi Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar)

Abstrak

            Tulisan ini menguraikan tentang pentingnya tetap menjaga etika moral dalam kehidupan termasuk kehidupan kampus khususnya kegiatan belajar mengajar, pada masa pandemi Covid-19 terutama saat memasuki masa new normal. Tulisan ini akan menjadi catatan pembelajaran selama  pandemi Covid-19 yang meresahkan setiap orang dan telah merenggut banyak korban jiwa.

   Ada tiga hal utama yang dijelaskan dalam tulisan ini, yaitu tentang (1)   kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa pandemi Covid-19; (2) dampak positif dan negatif pandemi Covid-19 ; (3) menjalani new normal era dalam kegiatan belajar mengajar tanpa mengurangi etika moral.

Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah dengan mengumpulkan data dari mahasiswa yang mengikuti pelajaran bahasa Inggris di Fakultas Seni Pertunjukan dan juga semua mahasiswa ISI Denpasar yang mengikuti kelas TOEFL preparation dari kedua fakultas (Fakultas Seni Pertunjukan dan Seni Rupa dan Disain), peserta Darmasiswa ISI Denpasar yang secara umum menjelaskan bahwa pada masa pandemi Covid-19 mereka tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dengan baik dengan pembelajaran daring. Selain dampak positif seperti meningkatnya kemampuan mahasiswa dan dosen dalam menggunakan platform pembelajaran daring, dampak negatif pandemi Covid-19 juga dirasakan seperti meningkatnya biaya paket data internet. Hal yang terpenting adalah bagaiman menjalani new normal era dalam kegiatan belajar mengajar tanpa mengurangi etika moral dengan tetap saling menghormatri tanpa harus bersalaman, berpelukan, cipika-cipiki ataupun salam cium.  

Kata kunci: pandemi covid-19, kegiatan belajar mengajar, etika normal, new normal

Selengkapnya dapat unduh disini

Penciptaan Tari Karwar Berbasis Teknologi Augmented Reality Sebagai Inovasi Pembelajaran

Kiriman : IBG. Surya Peradantha, S.Sn.,M.Sn. (Alumni Mahasiswa ISI Denpasar

Abstrak

Tari Karwar adalah suatu bentuk tari kreasi baru yang bersumber dari kearifan lokal etnis Biak, Papua yaitu budaya karwar dan wor. Dewasa ini, peran generasi muda dalam melestarikan dua bentuk kebudayaan lokal ini perlu diperkuat karena gempuran budaya global dalam wujud seni tari modern seperti hip-hop cukup masif dan dikhawatirkan akan memudarkan ketertarikan mempelajari sekaligus melestarikan tarian maupun kebudayaan lokal. Untuk itu, dilakukan terobosan dengan menciptakan Tari Karwar yang diperkaya sentuhan teknologi Augmented Reality sebagai inovasi pembelajaran tari kreasi baru yang dapat dipelajari secara digital. Tujuannya adalah untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal karwar dan wor ke dalam bentuk tari kreasi yang bisa dipelajari secara inovatif. Manfaat dari penciptaan tarian ini adalah untuk memperkuat ketahanan budaya lokal masyarakat terhadap arus globalisasi. Metode yang digunakan dalam penciptaan tari meliputi riset, perekaman gerak, pembentukan, evaluasi dan perekaman karya. Hasil penciptaan ini adalah berupa tari kreasi baru berjudul Tari Karwar yang dipadukan dengan teknologi Augmented Reality sebagai salah satu alternatif bentuk bahan ajar inovatif tari kreasi untuk siswa SMA/SMK di Papua. Penciptaan karya ini merupakan bagian dari penelitian penugasan Konsorsium Riset Unggulan Perguruan Tinggi (KRU-PT) ISBI Tanah Papua bersama ISBI Bandung dan ISBI Aceh yang didanai Kemenristekdikti tahun 2019-2021.

Kata Kunci : Penciptaan Tari, Tari Karwar, Augmented Reality, Inovasi pembelajaran.

 

Selengkapnya dapat unduh disini

Menjalani Era New Normal Tanpa Mengurangi Etika Moral

Kiriman : Dr. N.K. Dewi Yulianti, S.S., M.Hum. (Dosen Program Studi Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan ISI  Denpasar)

Abstrak

Tulisan ini menguraikan tentang pentingnya tetap menjaga etika moral dalam kehidupan termasuk kehidupan kampus khususnya kegiatan belajar mengajar, pada masa pandemi Covid-19 terutama saat memasuki masa new normal. Tulisan ini akan menjadi catatan pembelajaran selama  pandemi Covid-19 yang meresahkan setiap orang dan telah merenggut banyak korban jiwa.

   Ada tiga hal utama yang dijelaskan dalam tulisan ini, yaitu tentang (1)   kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa pandemi Covid-19; (2) dampak positif dan negatif pandemi Covid-19 ; (3) menjalani new normal era dalam kegiatan belajar mengajar tanpa mengurangi etika moral.

Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah dengan mengumpulkan data dari mahasiswa yang mengikuti pelajaran bahasa Inggris di Fakultas Seni Pertunjukan dan juga semua mahasiswa ISI Denpasar yang mengikuti kelas TOEFL preparation dari kedua fakultas (Fakultas Seni Pertunjukan dan Seni Rupa dan Disain), peserta Darmasiswa ISI Denpasar yang secara umum menjelaskan bahwa pada masa pandemi Covid-19 mereka tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dengan baik dengan pembelajaran daring. Selain dampak positif seperti meningkatnya kemampuan mahasiswa dan dosen dalam menggunakan platform pembelajaran daring, dampak negatif pandemi Covid-19 juga dirasakan seperti meningkatnya biaya paket data internet. Hal yang terpenting adalah bagaiman menjalani new normal era dalam kegiatan belajar mengajar tanpa mengurangi etika moral dengan tetap saling menghormatri tanpa harus bersalaman, berpelukan, cipika-cipiki ataupun salam cium.  

Kata kunci: pandemi covid-19, kegiatan belajar mengajar, etika normal, new normal

Selengkapnya dapat unduh disini

Loading...