Pentingnya Pengetahuan Desain Busana Bagi Profesi di Dunia Fashion: Ekspektasi vs Realita Desain

Kiriman  : Dewa Ayu Putu Leliana Sari, Desain Mode ISI Denpasar (Dosen Desain Mode FSRD ISI Denpasar)

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dasar-dasar pengetahuan desain busana serta seberapa penting pengetahuan tersebut bagi yang mempunyai profesi di dunia fashion dan konsumen fashion. Pengetahuan awal dalam dunia fashion yaitu ilustrasi busana yang meliputi pengetahuan  dasar desain busana, seperti jenis-jenis desain busana (desain struktur dan desain hiasan, unsurunsur desain (garis, arah, bentuk, ukuran, tekstur, value dan warna), prinsip-prinsip desain (harmoni, proporsi, keseimbangan, irama, pusat perhatian dan kesatuan), serta analisa bagianbagian busana (garis leher, kerah, lengan, rok, celana). Banyak kasus ekspektasi desain busana yang tidak sesuai dengan kenyataan atau hasil busana jadinya. Maka dari itu, pemahaman tentang macam-macam desain gambar kerja (drawing presentation), proses menuangkan desain ke pola busana (membaca dan menganalisa gambar), pemilihan bahan serta proses menjahit adalah hal yang sangat penting. Jika salah mendesain atau salah menganalisa gambar detail bagian busana, maka hasil busana jadi tidak akan sesuai dengan apa yang diinginkan. Selain itu pengetahuan tentang busana yang cocok untuk berbagai macam bentuk tubuh pun penting, karena akan mempengaruhi jatuhnya busana pada badan. Di sisi konsumen pun harus jeli, jika memesan pada desainer maupun membeli online. Jika memesan di desainer sebaiknya selalu cek step by step proses produksi, terutama pada saat fitting (pengepasan busana).

Kata kunci: Desain busana, ekspektasi, realita

Selengkapnya dapat unduh disini

Design Thinking Dan Human Centered Design :Pentingnya Empati Dalam Desain

Kiriman : I Putu Udiyana Wasista (Dosen Jurusan Desain Interior Institut Seni Indonesia Denpasar)


ABSTRAK

Desain bertujuan untuk memanusiakan manusia dan memberikan kekuatan untuk melampaui batasannya sendiri. Proses desain memiliki pendekatan yang diberi istilah “design thinking”. Namun penggunaan istilah design thinking dalam desain, biasanya hanya berfokus pada aspek teknis dan praktis, dan tidak dapat sepenuhnya memahami perilaku serta kebutuhan konsumen yang sesungguhnya. Oleh karena itu, human-centered design muncul dan menjadi perubahan dalam pemikiran desain yang lebih humanistik. Human-centered design menggunakan pendekatan empati untuk memahami perilaku laten konsumen yang potensial, serta sering diabaikan dan sejauh ini belum dipertimbangkan. Melalui human-centered design, orang memiliki hak untuk tumbuh dengan produk desain, bukan hanya menjadi komoditas di industri desain.

Kata kunci : design thinking, human-centered design, desain, empati

Selengkapnya dapat unduh disini

Analisa Tabuh Sekatian Ngider Bhuana

Kiriman : I Gede Ngurah Divo Sentana (Mahasiswa Jurusan Seni Karawitan FSP ISI Denpasar)

Pembimbing: I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn (Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FSP ISI Denpasar)

 

Abstrak

Sekatian adalah satu bentuk lagu/gending dalam Karawitan Bali. Sekatian berkembang dan masih dimainkan secara mentradisi di Kabupaten Buleleng. Sekatian sebagai sebagai salah satu bentuk gending memiliki bentuk-bentuk kompositoris yang khas mengacu pada bentuk melodi yang berhubungan dengan struktur kolotomik kempur, kempli dan gong. Salah satu gending yang dianalisis ialah gending Sekatian Ngider Bhuana. Gending Ngider Bhuana yang dianalisis adalah gending yang disajikan oleh Sekehe Gong Eka Wakya Banjar Paketan, Buleleng. Hasil dari analisis pada gending Ngider Bhuana ialah menemukan pola tabuhan dan jajar pageh.

Kata Kunci: Sekatian, Analisa, Gending Ngider Bhuana

Abstract

Sekatian is once of Balinese Gamelan form. In traditions Sekatian developing and exist to perfomanced in Singaraja regency. Sekatian has a unique role on theirs compositions formula that is colotomics system refers to melody lines on gong cycles including kempur and kempli functuations. Anaylis is tools to knowing colotomics on melody lines in Sekatian. Gending Ngider Bhuana from Banjar Paketan Buleleng are object the research.

Key Note: Sekatian, Analysis, Gending Ngider Bhuana

Selengkapnya dapat unduh disini

ILUSTRASI CERGAM BAWANG DAN KESUNA SEBAGAI MITEM VISUAL

Kiriman : I Wayan Nuriarta (Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar)

Abstrak

Gambar Ilustrasi merupakan sebuah gambar yang mampu menerangkan peristiwa atau cerita tertentu. Sifat gambar ilustrasi adalah memperjelas secara visual sesuatu yang diterangkannya. Gambar ilustrasi yang mampu “memotret” sebuah kejadian selanjutnya bisa digunakan dalam karya cergam untuk menerangkan tahapan-tahapan cerita. Cergam atau cerita bergambar merupakan salah satu karya komunikasi visual. Cergam selalu hadir dengan  memanfaatkan teks visual/gambar dan teks verbal/narasi cerita dalam menyampaikan pesan. Salah satu karya cergam yang akan dibahas sebagai mitem visual pada tulisan ini adalah karya cergam yang berjudul Bawang dan Kesuna cerita oleh Made Taro dengan ilustrasi dibuat oleh Ketut Nama. Cerita ini dipilih karena hadir secara sederhana dalam mengantarkan pembaca memahami sebuah kisah termasuk pesan moral yang terkandung di dalamnya. Cerita yang terangkai menjadi narasi utuh tersebut dalam pengungkapannya pada cergam dapat diamati struktur mitem-mitem visualnya. Cerita Made Taro, pada mitem-mitemnya diambil untuk dibuatkan gambar ilustrasi oleh Ketut Nama. Nama dalam penggalan ceritanya mengambil adegan-adegan khusus yang selanjutnya melahirkan mitem visual. Masing-masing mitem memiliki maknanya. Makna cerita dengan membaca struktur cerita ditemukan pemaknaan yang semakin mendalam. Kehadiran mitem visual dalam cergam sangat membantu pembaca dalam memahami cerita secara keseluruhan. Mitem-mitem ini sangat penting dilihat untuk memfokuskan berbagai adegan dalam cerita.

Kata Kunci: Gambar Ilustrasi, Cergam, Strukturalis Levi Strauss, Mitos

 

Selengkapnya dapat unduh disini

KETUNGAN, TERONGGOK JADI MEDIA EKSPRESI SENI

Kiriman : Kadek Suartaya (Dosen FSP ISI Denpasar)

Abstrak

Ketungan merupakan alat penumbuk padi dalam kebudayaan petani di Pulau Bali. Alat yang berupa kayu yang dilubangi memanjang itu memiliki fungsi penting bagi masyarakat agraris tradisional. Akan tetapi, ketika berlangsung transformasi budaya ke arah budaya industri modern, ketungan alat penumbuknya, elu, kehilangan nilai guna. Aktivitas menumbuk padi kini sudah digantikan dengan mesin. Masyarakat Bali pada umumnya kini tidak lagi memiliki ketungan. Ketungan kini menjadi benda simbolik sebagai penanda ritual keagamaan dan diberdayakan sebagai media ekspresi seni.

Kata kunci: ketungan, ritual, kesenian

Selengkapnya dapat unduh disini

JINENG, LUMBUNG PADI YANG BERSOLEK ESTETIK

Kiriman : Kadek Suartaya (Dosen FSP ISI Denpasar)

Abstrak

Jineng adalah tempat menyimpan padi dalam kebudayaan petani di Pulau Bali. Bentuk arsitekturnya unik dengan atap melengkung ke bawah. Bangunan ini bertingkat dua, dimana tingkat atas untuk menyimpan padi dan bale-bale dibawahnya multi fungsi seperti tempat mengolah makanan dan membuat sarana upacara keagamaan. Seiring dengan tergerusnya budaya pertanian, kini jineng tidak lagi melengkapi sebuah rumah tradisional Bali, melain mengalami pergeseran fungsi. Jineng kini didandani secara estetik untuk industri pariwisata dan sebagai tempat kegiatan profan masyarakat umum.

Kata kunci: jineng, transformasi, estetik.

Selengkapnya dapat unduh disini

Loading...