Virtual Meeting dalam Kondisi Pandemi Covid-19

Kiriman : Yulia Ardiani, Staf TIK ISI Denpasar

Abstrak

Pada era teknologi jaman sekarang banyak orang lebih mengenal gaya hidup yang praktis. begitu pula saat terjadi pandemi covid-19, orang lebih mengandalkan aplikasi dan teknologi untuk bertemu dan bertegur sapa baik itu dalam lingkungan luar rumah dan lingkungan kantor. Untuk lingkungan kantor teknologi sangat dimanfaatkan untuk keterbatasan pertemuan, rapat dan segala macam hal yang mengumpulkan banyak orang di satu tempat. untuk itu banyak perusahaan maupun perguruan tinggi menggunakan virtual meeting  untuk mengadakan pertemuan.

Mengenal Virtual Meeting yang semakin banyak digunakan di masa Pandemi COVID-19 membuat orang – orang memiliki gaya hidup yang sedikit berubah. Lebih sering menghabiskan waktu di rumah hingga menyelesaikan pekerjaan (work from home) menjadi hal yang biasa dilakukan. Begitu juga semakin seringnya melakukan virtual meeting.

Virtual meeting adalah sebuah konsep pertemuan atau rapat yang dilakukan secara virtual, yang membutuhkan alat teknologi dan aplikasi virtual meeting.

Kata Kunci : Virtual Meeting, Pandemi Covid-19

Selengkapnya dapat unduh disini

Tinjauan tentang Tingkatan dalam Industri Fashion

Kiriman  : Dewa Ayu Putu Leliana Sari, Desain Mode ISI Denpasar,

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam tingkatan dalam industri fashion, perbedaan tingkatan serta seperti apa contoh dari tingkatan dalam industry fashion. Pengetahuan tentang tingkatan dalam industry fashion sangatlah penting dipelajari dalam setiap pelaku fashion, baik praktisi maupun akademisi. Hal tersebut dikarenakan sebelum membuat suatu desain busana kita harus mengetahui design brief atau tujuan kita dalam membuat suatu desain. Jenis-jenis tingkatan dalam industry fashion secara umum dari yang terendah sampai yang tertinggi yaitu mass product, ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Tingkatan fashion terendah mass product yaitu pakaian yang diproduksi dalam jumlah massal oleh konveksi maupun garmen dengan jumlah 1 desain busana bisa mencapai lebih dari 1000 buah. Sedangkan tingkatan fashion tertinggi haute couture, yaitu pakaian yang diproduksi dan material bahan yang eksklusive, 1 (satu) desain hanya untuk 1 (satu) orang saja, serta pengerjaan yang rumit, memerlukan ketelitian dan keterampilan yang sangat tinggi.

Kata kunci: Tinjauan, tingkatan, industry fashion

Seelengkapnya dapat unduh disini

KONSEP SENI RUPA KOLEKTIF DALAM SENI LUKIS MINI KELIKI

Kiriman : Made Tiartini Mudarahayu (Program Studi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar)

 

ABSTRAK

Salah satu mazhab seni lukis tradisional Bali yang muncul hampir bersamaan dengan puncak kejayaan seni lukis modern yang mengedepankan indvidualisme adalah mazhab seni lukis mini Keliki. Menariknya bahwa meskipun lahir pada masa kejayaan seni lukis modern, seni lukis mini Keliki dapat tetap berkembang dengan akar konsep berkesenian di Bali, yaitu menjunjung konsep kolektifitas Ditinjau dari sejarah terciptanya mazhab seni lukis mini Keliki Kawan oleh I Ketut Sana, maka dapat dilihat konsep seni rupa kolektif yang tersirat di dalamnya. Konsep seni rupa kolektif tercermin sangat jelas melalui aspek kekaryaan oleh I Ketut Sana sebagai pelopor, maupun perkembangan seni lukis mini Keliki ini oleh generasi penerus melalui kelompok Werdhi Jana Kerthi Keliki. Metode yang digunakan untuk melakukan kajian adalah dengan metode kualitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Konsep kolekyif melalui nilai seni lukis Ubud dapat terlihat melalui bentuk-bentuk plastis yang digunakan dan warna-warna lembut dan netral yang diterapkan dalam penciptaan karya, serta teknik penciptaan yang serupa melalui teknik sigarmangsi, ngontur dan nyelah. Sedangkan nilai-nilai seni lukis Batuan dan Young Artist dapat dilihat melalui penerapan struktur keseimbangan formal melalui penerapan unsur-unsur serupa pada setiap bagian sisi karya. Konsep seni rupa kolektif terlihat terefleksi dengan baik melalui elaborasi nilai-nilai dalam seni lukis mazhab Ubud, Batuan dan Young Artist ke dalam seni lukis mini Keliki. Selain itu, konsep seni rupa kolektif juga terlihat melalui proses penciptaan karya seni lukis mini Keliki.

Kata kunci: Konsep, Kolektif, Seni Lukis Mini Keliki

 Selengkapnya dapat unduh disini

PENERAPAN TEKNOLOGI CITRA SEBAGAI BENTUK SEMIOTIKA POST MODERN DALAM FILM “BANGKIT”

Kiriman : Ni Kadek Dwiyani, S.S., M.Hum (Jurusan Televisi dan Film, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar)

Abstrak

Kekuatan sebuah film saat ini, tidak hanya dititikberatkan pada jalan cerita atau pemeran pendukung yang ada dalam film tersebut, melainkan juga banyak dipengaruhi oleh keberanian tim produksi untuk menggunakan bantuan teknologi dalam menghasilkan visual yang memanjakan mata penonton. Kekuatan teknologi saat ini mampu menghasilkan pesan visual yang akan memberikan petunjuk realitas kepada penonton untuk lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan dalam film.  Banyak hal yang tentunya secara kasat mata mampu terlihat nyata dalam layar film, padahal sesungguhnya hal tersebut merupakan kekuatan teknologi yang dalam hal ini kita sebut sebagai citra simulasi, yang tentunya hanya merupakan hasil teknologi yang dihasilkan untuk menghasilkan sesuai yang diharapkan memiliki kesamaan dengan hal nyata dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pokok bahasan dalam tulisan ini adalah untuk melakukan identifikasi dan analisis makna pada bentuk-bentuk citra simulasi yang diterapkan dalam film “Bangkit”, dengan menggunakan teori tentang Citra Simulasi dalam ranah Semiotika yang dikemukakan oleh Jean Baudrillard dalam Bambang (2001).

Hasil penulisan ini menunjukan bahwa citra simulasi mampu memudahkan penonton untuk memahami alur konflik dan cerita dalam film “Bangkit” dengan mengiring imajinasi penonton dari hal yang imajinatif menjadi realitas.

Kata Kunci: Citra Simulasi, Semiotika Baudrillard, Realita, Film “Bangkit”

 

Selengkapnya dapat unduh disini

Pemilihan Bahan Busana Pesta

Kiriman : Ni Putu Darmara Pradnya Paramita  (Prodi Desain Mode ISI Denpasar)

Abstrak

Industri fashion berkembang begitu pesat, kebutuhan berbusana dengan nyaman serta indah dilihat menjadikan fashion sebagai gaya hidup. Busana yang baik ditentukan oleh ketelitian memilih dan pemakaian bahan yang tepat. Tulisan ini bertujuan untuk keterampilan dan pengetahuan tentang pemilihan bahan busana khususnya busana pesta. Busana pesta merupakan busana yang dipakai pada kesempatan pesta sesuai dengan waktunya yaitu busana pesta pagi, sore dan malam, baik itu yang memiliki sifat resmi ataupun bersifat santai. Memilih suatu bahan busana tidak hanya dilihat dari sudut harga atau mudahnya dalam pemilihan tetapi ada faktor yang perlu diperhatikan saat pemilihan bahan busana pesta antara lain hal-hal yang berhubungan dengan si pemakai, corak, tekstur, warna dan kesempatan turut menentukan keberhasilan pemilihan bahan yang tepat. Pemilihan bahan busana yang dipakai pada kesempatan pesta biasanya bertekstur lebih halus dan lembut dengan model busana terkesan glamour dan mewah.

Kata kunci: bahan busana, busana pesta

Selengkapnya dapat unduh disini

DESAIN KOMUNIKASI VISUAL LIVERY MASKER PADA AIRBUS A330-900 NEO SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN TERHADAP KAMPANYE ‘AYO PAKAI MASKER’

Kiriman : Agus Ngurah Arya Putraka (Dosen FSRD ISI Denpasar)

Abstrak

Garuda Indonesia telah membuat sebuah gebrakan yang cukup unik dan menarik dimana PT. Garuda Indonesia pada tahun 2020 meluncurkan desain livery yang juga digunakan sebagai sarana kampanye dalam penggunaan masker medis guna mencegah penularan covid 19, dengan menambahkan ilustrasi masker medis pada bagian depan pada pesawat Airbus A330-900 Neo, Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan peluncuran livery masker pesawat ini merupakan bentuk dukungan terhadap program edukasi pemerintah melalui kampanye ‘Ayo Pakai Masker’ sehingga diharapkan masyarakat akan lebih peduli dan mau menggunakan masker untuk mencegah penularan covid 19, pada artikel ini desain livery Airbus A330-900 Neo akan dilihat dari keilmuan desain komunikasi visual dengan mengacu kepada aspek semiotika serta konsep postmodern yang ada pada tampilan visual dari Airbus A330-900 Neo tersebut

Kata kunci : PT. Garuda Indonesia, Kampanye ‘Ayo Pakai Masker’, Airbus A330-900 Neo

Abstract

Garuda Indonesia has made a breakthrough that is quite unique and interesting where PT. Garuda Indonesia in 2020 launched a livery design which is also used as a campaign tool in the use of medical masks to prevent the transmission of covid 19, by adding an illustration of a medical mask on the front of the Airbus A330-900 Neo aircraft, As quoted from CNN Indonesia, Garuda’s President Director Indonesia’s Irfan Setiaputra said the launch of the aircraft mask livery is a form of support for the government’s education program through the ‘Let’s Wear Mask’ campaign so that it is hoped that people will be more concerned and willing to use masks to prevent the transmission of covid 19, in this article the Airbus A330-900 Neo livery design will seen from the science of visual communication design with reference to aspects of semiotics and postmodern concepts that exist in the visual appearance of the Airbus A330-900 Neo

Keywords: PT. Garuda Indonesia, ‘Let’s Wear Mask’ Campaign, Airbus A330-900 Neo

Selengkapnya dapat unduh disini

 

Loading...