JALINAN RUMIT KEMIRIPAN: ART FASHION, ART TO WEAR, FASHION ART DALAM BINGKAI PEMIKIRAN KEKINIAN

Kiriman :Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana (Prodi Desain Mode,FSRD ISI Denpasar)

 

Fashion is the attempt to realize art in living forms

(Sir Francis Bacon – paraphrase),

Fashion adalah usaha untuk mewujudkan seni dalam bentuk kehidupan

Wacana fashion global dan pakaian menjadi hal yang menarik sekaligus membingungkan ketika dalam perbincangan keseharian terkadang kata fashion dan pakaian diartikan memiliki makna yang sama. Jalinan rumit kemiripan yang tumpang tindih dan silang–menyilang” seperti yang diungkapkan Weittgenstein (1958: 66-7) dalam mengartikan makna kata fashion. Demikian pula Coco Chanel mengungkapkan bahwa:

Fashion is not something that exists in dresses only. Fashion is in the sky, in the street, fashion has to do with ideas, the way we live, what is happening

Fashion bukan hanya sesuatu yang hadir dalam pakaian saja. Fashion adalah yang ada di langit, di jalan, fashion berkaitan dengan ide-ide, cara kita hidup, apa yang terjadi

                                   Coco Chanel – Famous Fashion Designer (Brainy Quoete,1967)

Selengkapnya dapat unduh disini

Analisis Visual Pada Perubahan Logo Kementerian BUMN

Kiriman : Gede Bayu Segara Putra (Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar)

Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk menganalis secara deskriptif pada transformasi visual logo Kementerian BUMN sebagai sebuah identitas baru. Logo merupakan bagian terpenting bagi sebuah perusahaan atau organisasi dalam upaya pembentukan dan pengenalan identitas dalam menyampaikan citra maupun pesan kepada masyarakat. Perubahan desain logo Kementerian BUMN didasari adanya keinginan untuk terus adaptif terhadap perubahan zaman dan menguatkan filosofi serta jati diri. Analisis yang dilakukan pada perubahan logo Kementerian BUMN dilakukan dengan melihat dari tiga aspek, yaitu aspek bentuk, aspek warna serta aspek teks dan tipografi. Berdasarkan aspek bentuk, terjadi perubahan besar pada transformasi baru desain logo Kementerian BUMN yang menghadirkan bentuk logotype dengan gaya visual kontemporer. Aspek warna juga mengalami perubahan pada dengan menampilkan kombinasi warna biru yang harmonis. Hal yang berbeda terjadi pada aspek teks dan tipografi yang masih tetap menggunakan jenis huruf sans serif atau tidak berkait, namun perubahan terlihat pada jenis font yang digunakan pada logo baru adalah Lato yang memiliki karakteristik modern, profesionalisme dan lebih fleksibel.


Kata Kunci : Logo, Kementerian BUMN, Perubahan

Selengkapnya dapat unduh disini

TANAH LIAT SEBAGAI MATERIAL EKOLOGIS PADA BANGUNAN

Kiriman : Ni Luh Kadek Resi Kerdiati (Program Studi Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar)

ABSTRAK

Material ekologis adalah jenis material ramah lingkungan yang berasal dari alam dan tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Ciri material ekologis adalah proses produksi yang hemat energi, tidak mencemari lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam setempat atau lokal, mengalami trasformasi sederhana dan dapat dikembalikan lagi ke alam. Tanah liat merupakan salah satu jenis material yang dapat digolongkan sebagai material ekologis. Penggunaan tanah liat sebagai material bangunan bukanlah sebuah hal baru, material ini telah banyak digunakan sebagai bahan bangunan sejak jaman dahulu dan terbukti memiliki berbagai keunggulan. Tulisan ini akan membahas lebih lanjut mengenai penggunaan material tanah liat tersebut sebagai bahan bangunan yang bersifat ekologis. Menggunakan kajian dari beberapa sumber pustaka terkait, akan dipaparkan mengenai posisi tanah liat sebagai material ekologis, karakteristik, teknik pengolahan, serta penggunaan tanah liat dalam desain bangunan. Pembahasan mengenai tanah liat sebagai salah satu material ekologis menjadi menarik untuk diketahui, karena secara tidak langsung akan mengarah pada isu-isu kerusakan lingkungan dan sangat berpengaruh pada kualitas hidup manusia.

 

Kata Kunci : Material, Ekologis, Tanah Liat

Selengkapnya dapat unduh disini

Penggunaan Karakter Game untuk Pembuatan Cover Video Musik

Kiriman : Yulia Ardiani  (Staf TIK ISI Denpasar)

Abstrak

Kemajuan teknologi dalam pembuatan video musik kian meningkat dan beberapa video musik kini menggunakan tatanan unik dan menarik untuk memikat mata penikmat musik. Salah satu kiat menarik yang digunakan untuk meramaikan industri hiburan terutama di dunia musik yaitu banyak orang menyajikan ulang sebuah lagu dengan video menarik. Untuk penikmat hiburan game, salah satu cara mereka menikmati musik dengan menyajikan ulang lagu tersebuat. Penyajian ulang lagu tersebut bisa disebut denag cover lagu, cover lagu tersebut bisa dengan merubah alunan nada dari musik itu sendiri atau pun mengajikan kembali dengan video yang beragam. Penyajian cover musik dengan video pun bisa bermacam, salah satu dengan karakter game yang diinginkan.

Kata Kunci : Karakter Game, Cover Video Musik

Selengkapnya dapat unduh disini

PEMAKNAAN NILAI SOSIAL KELUARGA SEBAGAI EDUKASI MORAL DALAM FILM “DUA GARIS BIRU”

Kiriman : Ni Kadek Dwiyani, S.S., M.Hum1,  Ni Putu Tisna Andayani, S.S., M.Hum2 (Prodi Produksi Televisi dan Film, Fakultas Seni Rupa dan Desain1, Prodi Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar) 

            Edukasi nilai sosial dalam keluarga merupakan hal penting yang harus mendapatkan perhatian yang besar dari setiap pihak karena akan menyangkut permasalahan dalam hal Pendidikan moral pada anak. Media yang termudah untuk menjangkau berbagai kalangan adalah edukasi melalui film yang target penontonnya adalah keluarga, salah satunya adalah film dengan judul “Dua Garis Biru” (2019) yang sarat dengan nilai-nilai sosial dalam keluarga.

            Tujuan yang ingin dihasilkan melalui tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi dan menguraikan makna nilai sosial keluarga sebagai bentuk edukasi moral yang ditemukan pada film “Dua Garis Biru”. Hasil analisis akan disajikan berdasarkan teori Semiotika, khususnya Ground Semiotika terdiri dari Qualisign, Sinsign dan Legisign  (Perrce: 1982), dan diuraikan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.

            Hasil tulisan ini mengidentifikasi ketiga tipe yang ada dalam ground semiotika pada tyrikotomi kedua dengan kajian visual dalam film yang merepresentasikan nilai sosial keluarga seperti kasih sayang anak dan orangtua dan sebaliknya, perhatian, kebesaran hati, kepedulian dan keberanian dalam mengemukakan pendapat.

Kata kunci: pemaknaan, nilai sosial keluarga, edukasi moral, film “Dua Garis Biru”

Selengkapnya dapat unduh disini

Lady Gaga sebagai icon Trend Fashion Faux De Pas

Kiriman : Dewa Ayu Putu Leliana Sari (Desain Mode ISI Denpasar)

 

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam trend fashion faux de pas. Fashion bukan hanya tentang pakaian, tapi juga peran, makna serta symbol yang melekat bersamanya. Fashion merupakan suatu hal yang lekat dengan gaya hidup seseorang yang akan membentuk suatu identitas diri. Setiap orang bebas memilih fashionnya yang cocok dengan karakternya masing-masing, karena pakaian merupakan ekspresi identitas pribadi. Fashion dapat pula sebagai membawa pesan dan gaya hidup tentang diri seseorang kepada orang lain. Salah satu jenis istilah-istilah dalam fashion terkait dengan jenis gaya berbusana yang bagi sebagian orang itu aneh/nyeleneh, namun pada individu tertentu hal tersebut adalah suatu gaya pas untuk menonjolkan diri, yaitu fashion faux pas. Salah satu artis dunia terkenal dengan fashion faux pas style nya yaitu penyanyi Lady Gaga yang terkenal dengan kenyentrikannya. Lady gaga merupakan icon trend tersebut, karena ia membangun gaya berpakaian serta citra publik secara terpolarisasi sebagai ciri khas/media ekspresi.

Kata kunci: Lady Gaga, Trend Fashion, Faux De Pas

Selengkapnya dapat unduh disini

Loading...