ISI Denpasar selenggarakan UTBK dengan protokol kesehatan ketat

ISI Denpasar selenggarakan UTBK dengan protokol kesehatan ketat

ISI Denpasar selenggarakan UTBK dengan protokol kesehatan ketat

Sumber : https://bali.antaranews.com/berita/200930/isi-denpasar-selenggarakan-utbk-dengan-protokol-kesehatan-ketat

Suasana UTBK di ISI Denpasar. (ANTARA/Ni Luh Rhisma/2020)Denpasar (ANTARA) – Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menyelenggarakan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri tahun 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan COVID-19.

“Secara teknis, semuanya sudah sesuai dengan sistem nasional dan standar-standar protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni ISI Denpasar Prof Dr I Nyoman Artayasa, MKes, saat meninjau pelaksanaan UTBK hari pertama di Kampus ISI Denpasar, Minggu.

Di gerbang kampus, ada petugas yang mengukur suhu tubuh peserta UTBK. Kalau ada peserta yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat Celsius maka panitia akan mengarahkan peserta yang bersangkutan untuk mengikuti ujian pada hari yang lain.

“Yang berhalangan karena sakit, bisa mengikuti sesi force majeur ataupun diarahkan ke sesi kedua, itu sudah ada sistem tersendiri untuk melaporkan. Bisa saja suhu tubuh peserta meningkat karena sebelumnya melalui perjalanan jauh. Mudah-mudahan 100 persen bisa mengikuti UTBK kali ini,” kata Artayasa didampingi Dekan Fakultas Seni Pertunjukan Dr I Komang Sudirga dan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Dr AA Gede Bagus Udayana itu.

Selain itu, peserta UTBK yang jumlahnya  2.815 orang harus mengenakan masker. Tempat cuci tangan dan cairan “hand sanitizer” juga disediakan di lokasi UTBK.

Baca juga: ISI Denpasar terapkan protokol kesehatan ketat untuk UTBK 2020

Panitia mengatur jarak tempat duduk peserta ujian sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19. Pada masa pergantian sesi, ruangan ujian didisinfeksi untuk mencegah penularan virus corona.

Artayasa mengatakan, panitia UTBK sudah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali.

Panitia pelaksanaan UTBK ISI Denpasar juga telah berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.  “Sebelumnya kami juga sudah sowan ke Puskesmas Dentim untuk mengantisipasi jika ada kondisi yang tidak diinginkan terjadi pada peserta. Pihak dari Puskesmas yang posisinya dekat dengan Kampus ISI Denpasar pun sudah menyatakan siap setiap saat,” kata Artayasa.

Artayasa menjelaskan, dalam seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri tahun akademik 2020/2021 para peserta seleksi bersaing untuk menempati 40 persen dari sekitar 700 kursi mahasiswa baru di ISI Denpasar.

Baca juga: Wagub Bali minta ISI Denpasar rumuskan protokol pertunjukan seni

Pelaksanaan Ujian

Koordinator Pelaksana UTBK ISI Denpasar I Ketut Adi Sugita mengatakan UTBK dilaksanakan di empat laboratorium dengan 110 komputer di kampus ISI Denpasar.

Ujian dilaksanakan dua tahap, tahap pertama 5 sampai 14 Juli dan tahap kedua 20 sampai 29 Juli 2020. Selain itu ada sesi ujian 29 Juli sampai 1 Agustus 2020 bagi peserta yang karena kondisi tertentu seperti bencana tidak bisa mengikuti ujian pada jadwal yang ditentukan. “Mudah-mudahan tidak sampai terjadi hal seperti itu,” kata Sugita.

Sugita menjelaskan pula bahwa dalam setiap ruang ujian disiapkan dua  hingga tiga komputer untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi gangguan pada komputer yang digunakan oleh peserta ujian.

Baca juga: Terkait akreditasi internasional, ISI Denpasar datangkan sutradara Julie Taymor

Panitia juga sudah menyiapkan genset untuk mengantisipasi kemungkinan listrik mati dan berupaya mengamankan koneksi internet dengan menggunakan dua provider selama pelaksanaan ujian.

“Penyelenggaraan UTBK untuk tahun ini di tengah pandemi COVID-19 memang paling unik, tidak bisa seperti biasanya. Sesi pelaksanaan UTBK dipotong, materinya juga dikurangi, tidak selengkap tahun-tahun sebelumnya,” kata Sugita didampingi Humas ISI Denpasar I Gede Eko Jaya Utama, SE, MM itu.

Koordinator TIK UTBK ISI Denpasar Nyoman Lia Susanthi, SS, MA menambahkan, selain disiapkan dua server, juga di-backup dua server lagi.

Untuk pelaksanaan UTBK tahap pertama dari 5-14 Juli dibagi ke dalam 19 sesi, sedangkan untuk tahap kedua dari 20-19 Juli terbagi dalam sembilan sesi.

“Selain itu juga disiapkan ujian cadangan dan relokasi peserta jika dihadapkan pada masalah COVID-19 seperti misalnya dari daerah-daerah zona merah, permasalahan bencana alam, dan permasalah infrastruktur. Force majeur disiapkan untuk ujian cadangan. Relokasi peserta untuk penginputan datanya itu pada 6 Juli 2020,” ujar Lia. 

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiwaan dan Alumni ISI Denpasar Prof Dr I Nyoman Artayasa, MKes didampingi Dekan Fakultas Seni Pertunjukan Dr I Komang Sudirga dan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Dr AA Gede Bagus Udayana disela-sela meninjau pelaksanaan UTBK hari pertama di Kampus ISI Denpasar (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA

ISI Denpasar terima 83 calon mahasiswa baru dari SNMPTN

ISI Denpasar terima 83 calon mahasiswa baru dari SNMPTN

ISI Denpasar terima 83 calon mahasiswa baru dari SNMPTN

Sumber : https://bali.antaranews.com/berita/188722/isi-denpasar-terima-83-calon-mahasiswa-baru-dari-snmptn

Denpasar (ANTARA) – Institut Seni Indonesia Denpasar menerima sebanyak 83 orang calon mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 yang telah lulus dari hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 tidak berhenti pada jalur SNMPTN, namun pada bulan Juli mendatang akan dibuka jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Jalur SBMPTN ini akan ditentukan melalui tes tulis yang telah ditentukan oleh tim dari pusat,” kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum, di Denpasar, Jumat.

Terkait dengan sistem tes SBMPTN di tengah situasi pandemi COVID-19, Prof Arya mengatakan pihaknya akan mengikuti aturan dari pemerintah pusat.

“Kami akan mengikuti aturan dari pemerintah, bagaimana sistem tesnya. Karena kita tidak tahu kapan COVID-19 ini akan berakhir. Pokoknya semua yang telah dijadwalkan akan jalan, meskipun dengan sistem yang berbeda,” ujar guru besar seni karawitan itu.

Selain membuka jalur SBMPTN, pihaknya juga akan membuka seleksi jalur Mandiri pada bulan Agustus mendatang, karena masing-masing perguruan tinggi diberikan kuota 30 persen untuk menerima mahasiswa baru secara mandiri.

Prof Arya menambahkan, kuota penerimaan mahasiswa baru di ISI Denpasar untuk tahun akademik 2020/2021 tetap sama seperti tahun sebelumnya, yaitu 600 orang mahasiswa baru.

“Hanya saja kami meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru di Program Pascasarjana, karena kami akan membuka Prodi S2 Desain,” ucapnya.

Baca juga: ISI Denpasar jadi penyelenggara pusat UTBK pada SBMPTN 2020

Sementara itu, Wakil Rektor Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof Dr I Nyoman Artayasa, MKes, mengemukakan dari 83 calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SNMPTN, Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual yang paling banyak diminati yakni 24 orang.

Kemudian Desain Interior (12 orang), Prodi Tari (11 orang), Prodi Fotografi (10), Prodi Seni Drama, Tari dan Musik (10 orang) dan sebagainya.

Calon mahasiswa baru tersebut tidak saja berasal dari berbagai siswa SMA/SMK di Bali, namun juga beberapa provinsi di Tanah Air, bahkan ada yang berasal dari luar negeri.

Prof Artayasa merinci kuota penerimaan mahasiswa baru untuk jalur SNMPTN sebanyak 30 persen, SBMPTN 40 persen dan sisanya 30 persen melalui jalur Mandiri.

“Untuk jalur SNMPTN ini ada beberapa program studi yang belum terpenuhi kuotanya dan itu akan dipenuhi pada periode berikutnya, sampai dengan daya tampung dalam satu kelas terpenuhi,” ucapnya.

Daya tampung di jalur SNMPTN, kata Prof Artayasa, sebenarnya 145 mahasiswa untuk yang S1, belum termasuk untuk yang D4.

“Secara keseluruhan memang belum terpenuhi kuotanya di SNMPTN karena hanya 83 orang. Tetapi yang bagus bagi kami adalah semua prodi sekarang sudah terisi. Jadi sudah ada peningkatan dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Mengenai seleksi Jalur SBMPTN, ada perubahan jadwal untuk Ujian Tulis Berbasis Komputernya (UTBK) yakni pendaftarannya 2-20 Juni 2020, pelaksanaan UTBK 5-12 Juli, dan pengumuman SBMPTN pada 25 Juli 2020.

“Materi tes yang diujikan adalah hanya Tes Potensi Skolastik dan jaraknya diatur sesuai dengan protokol COVID-19. Mudah-mudahan saat itu COVID-19 sudah hilang,” kata Prof Artayasa.

Dia menambahkan, di tengah situasi pandemi COVID-19, proses pembelajaran “online” di ISI Denpasar berjalan dengan baik, karena para dosen sudah melaksanakan melalui WA grup, zoom, google meet dan lainnya. Bahkan ujian proposal mahasiswa S2 juga dilaksanakan dengan aplikasi zoom.

Sedangkan untuk mata kuliah yang berisi praktik akan diundur pada akhir semester, atau sekitar bulan Juli mendatang. “Mungkin akan ada perpanjangan di semester ini untuk mengejar proses belajar-mengajar yang belum genap,” katanya.

Wakil Rektor Akademik, Kemahasiwaan dan Alumni ISI Denpasar Prof Dr I Nyoman Artayasa, MKes (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA

ISI Denpasar terapkan protokol kesehatan ketat untuk UTBK 2020

ISI Denpasar terapkan protokol kesehatan ketat untuk UTBK 2020

Sumber : https://bali.antaranews.com/berita/200598/isi-denpasar-terapkan-protokol-kesehatan-ketat-untuk-utbk-2020

Denpasar (ANTARA) – Jajaran Institut Seni Indonesia Denpasar untuk pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) tahun 2020 yang dimulai pada 5 Juli mendatang akan menerapkan standar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat.

“Pada kondisi normal baru ini kita harus tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan semua komponen yang terlibat, dengan menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat,” kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha SSkar MHum di Denpasar, Rabu.

Sebanyak 2.815 peserta akan mengikuti tes UTBK di ISI Denpasar yang merupakan bagian dari seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) tahun akademik 2020/2021 itu, pelaksanaannya dibagi dua tahapan, yakni tahap pertama akan berlangsung 5-14 Juli dan tahap kedua akan berlangsung 20-29 Juli 2020.

Prof Arya Sugiartha pun menandaskan pelaksanaan UTBK di tengah pandemi COVID-19 telah mendapat izin dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali.

“Kami akan melakukan penerapan standar protokol kesehatan bagi peserta yang ikut dalam UTBK tahun ini,” ujar Guru Besar Seni Karawitan dari kampus seni berstatus negeri di wilayah Bali Nusa Tenggara itu.

Selain itu, keseluruhan pengawas UTBK di ISI Denpasar juga telah melakukan “rapid test” dengan hasil non-reaktif.

Total kuota untuk penerimaan ISI tahun 2020 berjumlah 600 mahasiswa, dari tahapan sebelumnya yaitu jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi (SNMPTN) sudah masuk 100 siswa, dan untuk UTBK akan diperebutkan sekitar 300 siswa dan sisanya masih ada jalur mandiri.

Sesuai dengan arahan Dirjen Dikti Kemdikbud dan Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia, untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi COVID-19 dan mengutamakan keselamatan peserta dan penyelenggara, disampaikan beberapa kebijakan yaitu pelaksanaan tes UTBK per hari, diubah dari empat sesi menjadi dua sesi, dengan rincian perubahan waktu yakni sesi 1, pukul 09.00 – 11.15 waktu setempat dan sesi 2 pukul 14.00 – 16.15 waktu setempat.

Untuk jeda waktu selama 2 jam 45 menit, digunakan untuk pelaksanaan protokol kesehatan saat pergantian sesi.

Tes UTBK akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap I pada 5 – 14 Juli 2020 dan tahap II pada 20 – 29 Juli 2020. Pengumuman SBMPTN akan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2020.

Peserta yang masih berada (berdomisili) di luar provinsi/kabupaten/kota dan tidak dapat hadir di lokasi Pusat UTBK PTN tempat tes karena alasan keselamatan dan kesehatan, serta Pusat UTBK yang belum dapat menyelenggarakan tes karena satu dan lain hal, akan mengikuti tes UTBK di lokasi Mitra UTBK tambahan di daerah setempat. Pusat UTBK PTN bekerja sama dengan SMA/SMK/MA Mitra yang memenuhi persyaratan.

Wakil Rektor Akademik, Kemahasiwaan dan Alumni ISI Denpasar Prof Dr I Nyoman Artayasa, MKes.

Sementara itu, Wakil Rektor Akademik, Kemahasiwaan dan Alumni ISI Denpasar Prof Dr I Nyoman Artayasa, MKes mengatakan pada prinsipnya ISI Denpasar sudah sangat siap untuk mengikuti proses UTBK dan SBMPTN bersamaan dengan perguruan-perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

“Kesiapan itu bisa dilihat bahwa kami menyiapkan pelaksanaan dengan standar-standar UTBK, telah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk melaksanakan UTBK dengan tentu memenuhi syarat protokol pencegahan penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Selain itu, dari sisi materi UTBK pun pihak ISI Denpasar sudah sangat siap. “Kami mengikuti fase dua kali dalam satu sesi, jadi pagi dan siang. Tes yang tadinya dua model kita ikuti menjadi satu model, skolastik saja,” ucapnya didampingi Humas ISI Denpasar I Gede Eko Jaya Utama, SE, MM.

Demikian pula, dengan hal-hal lain terkait UTBK sudah disiapkan secara matang oleh jajaran teknis ISI Denpasar. Di samping pihaknya sudah melaksanakan uji coba nasional pada 26 Juni lalu.

“Saya kira ISI Denpasar sudah sangat siap untuk itu. Jumlah pendaftar juga sudah terisi 85 persen dari keseluruhan yang dicanangkan di bagian kami,” kata Prof Artayasa.Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA

ISI Denpasar Siap Gelar UTBK dengan Penerapan Protokol Kesehatan Ketat

ISI Denpasar Siap Gelar UTBK dengan Penerapan Protokol Kesehatan Ketat

Sumber : https://wartabalionline.com/2020/07/01/isi-denpasar-siap-gelar-utbk-dengan-penerapan-protokol-kesehatan-ketat/

DENPASAR – Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar memastikan kesiapan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2020 dengan berpedoman penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Hal itu diungkapkan Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar kepada WARTA BALI, Rabu (1/7/2020). Ia menyampaikan, pelaksanaan UTBK di tengah  pandemi Covid- 19 telah mendapat izin Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. “Kami menerapkan standar protokol kesehatan bagi siswa yang ikut dalam UTBK tahun ini,” kata Prof. Arya Sugiartha.

Tercatat, 2.815 peserta mengikuti tes UTBK tahun ini yang pelaksanaanya dibagi dalam dua tahap. Pertama, pada  5-14 Juli dan tahap kedua 20-29 Juli 2020. ” Total kuota untuk penerimaan ISI tahun 2020 sebanyak 600 mahasiswa. Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) sudah masuk 100 siswa dan untuk UTBK  akan diperebutkan sekitar 300 siswa. Sisanya, masih ada jalur mandiri atau SBMPTN,” ungkap Rektor asal Pujungan Tabanan ini.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Dirjen Dikti Kemdikbud dan Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi Covid-19 dan mengutamakan keselamatan peserta dan penyelenggara, disampaikan beberapa kebijakan yaitu,  pelaksanaan tes UTBK per hari dirubah dari empat sesi menjadi dua sesi, dengan rincian perubahan waktu,  Sesi pertama pukul 09.00 – 11.15 waktu setempat dan sesi kedua, pukul 14.00 – 16.15 waktu setempat.

Jeda waktu selama 2 jam 45 menit digunakan untuk pelaksanaan protokol kesehatan saat pergantian sesi. Tes UTBK akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I pada 5 – 14 Juli  2020 dan  Tahap II 20 – 29 Juli 2020. Sedangkan pengumuman SBMPTN dijadwalkan 20 Agustus 2020.  Bagi peserta yang masih berada (berdomisili) di luar provinsi/kabupaten/kota dan tidak dapat hadir di lokasi Pusat UTBK PTN tempat tes karena alasan keselamatan dan kesehatan serta Pusat UTBK yang belum dapat menyelenggarakan tes karena satu dan lain hal, akan mengikuti Tes UTBK di lokasi Mitra UTBK Tambahan di daerah setempat. Pusat UTBK PTN bekerja sama dengan SMA/SMK/MA Mitra yang memenuhi persyaratan.

Menimpali Prof. Arya Sugiartha,  Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswan dan  Alumni ISI Denpasar   Prof. Dr. Drs. I Nyoman   Artayasa, M.Kes menegaskan kesiapan ISI Denpasar melaksanakan tes UTBK bersama perguruan tinggi lainya maupun nasional. Proses itu tentunya sudah memenuhi standar tes UTBK dan pemenuhan standar Covid. ” ISI Denpasar sudah sangat siap mengikuti  dan  melaksanakan UTBK- SNMPTN bersama Perguruan Tinggi lainya  di Indonesia,” kata Prof. Artayasa didampingi Humas ISI Denpasar  I Gede Eko Jaya Utama., S.E., M.M.

“Kesiapan itu bisa dilihat bahwa kami menyiapkan pelaksanaan dengan standar-standar UTBK, telah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk melaksanakan UTBK dengan tentu memenuhi syarat protokol pencegahan penyebaran COVID-19,” imbuhnya.

Selain itu, dari sisi materi UTBK pun pihak ISI Denpasar sudah sangat siap. “Kami mengikuti fase dua kali dalam satu sesi, jadi pagi dan siang. Tes yang tadinya dua model kita ikuti menjadi satu model, Skolastik saja,” ucapnya.

Demikian pula dengan hal-hal lain terkait UTBK sudah disiapkan secara matang oleh jajaran teknis ISI Denpasar, selain pelaksanaan uji coba nasional pada 26 Juni 2020. “Saya kira ISI Denpasar sudah sangat siap untuk itu. Jumlah pendaftar juga sudah terisi 85 persen dari keseluruhan yang dicanangkan di bagian kami, dan seluruh pangawas UTBK juga akan dilakukan Rafid Tes, ” kata Prof Artayasa.

Dari total 2.815, dibagi dua sesi per sesi masing-masing 110 siswa setiap hari, yang dibagi ke 4 ruangan. Ruangan dimaksud adalah  Lab DKV dengan kapasitas 35, Lab Interior berkapasitas 30, Lab Bahasa kapasitas 15, dan  Lab Komputer  ISI 30.(sur)

PERTUNJUKAN MUSIK ONLINE MAHASISWA PRODI MUSIK UNTUK LITERASI SOSIAL

PERTUNJUKAN MUSIK ONLINE MAHASISWA PRODI MUSIK UNTUK LITERASI SOSIAL

Link untuk menyaksikan: https://www.youtube.com/watch?v=Gvxb5bdSuv4&feature=youtu.be

“Covid-19 bukan cuma masalah virus yang menyerang tubuh fisik manusia aja. Yang gak kalah bahaya itu dampak sosialnya. Ada ketegangan di sana-sini. Saling curiga, saling gak percaya, saling gak perduli. Itu semua sudah sama-sama kita lihat kemarin. Banyak provokasi di media sosial, sampai ada peristiwa penolakan pemakaman, penutupan akses jalan sepihak. Itu semua bisa jadi konflik sosial kalau kita cuma diam aja. Pertunjukan musik ini bentuk ajakan kami sebagai mahasiswa untuk meningkatkan solidaritas sosial menghadapi permasalahan di sekitar kita”

Demikian ungkap Dyoviva Rahmanda (Rama) ketika menjelaskan ide di balik pertunjukan musik online bertajuk “Musik untuk Sekitar Kita”  yang diselenggarakan secara daring oleh mahasiswa angkatan 2018 pada hari Sabtu lalu (20/6/2020) melalui kanal YouTube Program Studi Musik Institut Seni Indonesia Denpasar.  

Mengusung format big band, pertunjukan musik online berdurasi sekitar 25 menit ini menampilkan aransemen segar lagu-lagu popular seperti, Heal the World (Michael Jackson) aransemen Satria Wira Darma, Sekitar Kita (Krakatau band) aransemen Christianus Billy, dan Man in the Mirror (Michael Jackson) aransmeen I Gede Raditya Yudhistira, dan satu musik overture karya Christianus Billy.  Didukung tidak kurang dari 47 orang mahasiswa, pertunjukan musik ini melibatkan mahasiswa semua tahun angkatan dan alumnus Program Studi Musik.

Tidak hanya menyoroti permasalahan covid 19 yang masih mewabah; isu-isu nasional dan internasional seperti banjir Jakarta awal tahun lalu, kebakaran hutan di Australia, hingga isu kerusuhan rasial  di Papua dan di Amerika Serikat juga ikut di dalam tayangan pertunjukan. Agaknya hal ini berkait dengan makna lagu “Heal the World” dan “Di Sekitar Kita” yang bernada literasi sosial, mengajak kita untuk menajamkan sensibilitas terhadap permasalahan di sekitar untuk hidup yang lebih baik.  Sementara lagu “Man in the Mirror” adalah ajakan yang bersifat reflektif untuk memulai itu semua dari diri kita pribadi.

Sejatinya pertunjukan musik daring ini adalah tugas akhir mata kuliah Tata Kelola Seni Pertunjukan yang diampu oleh dosen Agustinus Sani Aryanto,MA dan Guntur Prasetya,M.SN.

“Dalam kondisi normal, biasanya mahasiswa menggelar pertunjukan secara live, tapi untuk saat ini jelas tidak memungkinkan. Akhirnya kami memilih opsi pertunjukan secara daring yang juga menjadi trand musik global di masa pandemi” ungkap Guntur Prasetya.

“Selain Capaian Pembelajaran Mata Kuliah, penting juga mendorong agar mahasiswa kritis terhadap isu-isu sosial dewasa ini” tambah Agustinus Sani Aryanto.

Sementara itu, Komang Darmayudha, M.Si selaku Ketua Program Studi Musik, sekaligus penanggungjawab pertunjukan, mengaku puas dan senang akan hasil pertunjukan online tersebut. “Melebihi ekspektasi saya pribadi. Saya pikir ini adalah awal yang baik bagi kami di prodi Musik untuk mempersiapkan diri memasuki Era new normal dalam dunia musik. Perlu kita akomodir hal-hal semacam ini di dalam kurikulum ke depan” ungkapnya. 

Hingga berita ini dibuat, pertunjukan “Musik untuk Sekitar Kita” telah ditonton lebih dari 1000 viewer.

(Oleh: RIR)

Wagub Bali minta ISI Denpasar rumuskan protokol pertunjukan seni

Wagub Bali minta ISI Denpasar rumuskan protokol pertunjukan seni

Sumber : http://www.baliekbis.com/wagub-bali-isi-perlu-bentuk-tim-bahas-protokol-kesehatan-dalam-pertunjukan-seni/

Denpasar (ANTARA) – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meminta Institut Seni Indonesia Denpasar dapat membentuk tim kecil untuk membahas protokol kesehatan yang akan diterapkan dalam pertunjukan seni di tengah pandemi COVID-19.

“Hal ini mengingat semenjak masa pandemi COVID-19, ada beberapa protokol kesehatan yang harus kita taati. Untuk itu, bagaimana dengan kesenian yang dalam pergelarannya melibatkan banyak orang dan tentunya dengan berbagai riasan yang harus digunakan, ini perlu kita diskusikan bersama,” kata Wagub Bali saat menjadi narasumber dalam seminar di ISI Denpasar, Kamis.

Seminar bertajuk “Menata Ulang Format Gelar Seni Pertunjukan Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2020” itu diinisiasi Wagub Bali yang juga merupakan salah satu guru besar di ISI Denpasar.

Berangkat dari kegundahan Wagub Bali terhadap keberadaan seni terutama seni pertunjukan dalam masa pandemi COVID-19, maka dia memandang perlu mendiskusikan bagimana konsep pertunjukan seni yang akan dilakukan pada masa pandemi. Apalagi ketika nantinya pariwisata Bali akan dibuka kembali walupun secara bertahap.

Menurut dia, ISI Denpasar bisa membentuk tim kecil untuk membahas protokol kesehatan bagaimana yang akan diterapkan dalam pertunjukan seni, sehingga format protokol kesehatan tersebut biasa digunakan oleh pariwisata agar menjadi bagian dari penerapan prorokol kesehatan yang ada dalam lingkungannya.

“Protokol seni tersebut dapat diatur oleh para ahli seni agar tetap mengutamakan ‘taksu’ atau karisma dari seni tersebut, sehingga protokol seni tidak diatur oleh pariwisata. Namun protokol seni ya diatur oleh ahli kesenian itu sendiri,” ujar Wagub yang akrab disapa Cok Ace itu.

Untuk itu, Cok Ace meminta masukan dari para pelaku seni, khususnya terkait protokol kesehatan dalam bidang kesenian pertunjukan.

“Saya ingin pertunjukan yang diberikan nanti memiliki taksu namun juga aman, pengunjung aman dan para seniman juga aman. Jadi, kita harus pikirkan ini secara bersama dan serius,” katanya.

Sementara itu budayawan Prof Dr I Wayan Dibya menyampaikan bahwa format seni pertunjukan harus segera ditemukan, mengingat semenjak adanya pandemi COVID-19 telah menjungkirbalikkan berbagai kebiasaan-kebiasaan yang selama ini berlaku dalam jagat seni, khususnya dalam seni pertunjukan.

Menurutnya seni pertunjukan juga merupakan seni komunikasi antara pelaku dan penonton. Untuk itu, jika komunikasi ini dihilangkan maka “taksu” atau karisma atau vibrasi seni tersebut akan hilang.

Prof Dibia menyampaikan beberapa sumbangan pemikiran terkait format baru dalam seni pertunjukan. Pertama, format seni pertunjukan masih tetap dilakukan secara langsung namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kedua, dalam kondisi ini materi dari kesenian tersebut harus sedikit diubah seperti dalam pertunjukan kecak, calonarang dan lainnya agar meyesuaikan protokol kesehatan. Ketiga, bentuk pementasan bisa secara langsung ataupun virtual sehingga masih tetap ada komunikasi dengan para penonton.

“Saya berharap seminar ini dapat memberikan suatu masukan yang baik dalam merumuskan format baru dalam pertunjukan seni di masa pandemi COVID-19,” ujar maestro pencipta tari Manukrawa itu.

Seminar tersebut juga menghadirkan narasumber lainya yaitu Assitant Show and Entertaiment Manager Bali Safari and Marine Park Kadek Agus Ardana, serta beberapa peserta yang merupakan para pakar kesenian yang juga memberikan masukan dalam diskusi tersebut.

Selain itu juga dilakukan peluncuran buku “Purana Seni Perjalanan Panjang Berliku” oleh Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum.

Loading...