ISI Denpasar jaring usulan rencana strategis 2020-2024

ISI Denpasar jaring usulan rencana strategis 2020-2024

Sumber : Antara Bali

Denpasar – Civitas akademika Institut Seni Indonesia Denpasar menjaring masukan dari tokoh-tokoh masyarakat, seniman, budayawan, kalangan birokrat dan sejumlah pemangku kepentingan terkait penyusunan rencana strategis periode 2020-2024.

“Pada 2020 nanti, ISI Denpasar harus mengkaji visi yang dicanangkan sejak 2003 itu apakah masih relevan dengan kebutuhan masyarakat atau perlu dibuatkan visi baru ? Oleh karena itu, hal pertama yang kami lakukan adalah mendapatkan masukan dari para tokoh,” kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum mengawali acara penjaringan masukan tersebut di Denpasar, Selasa.

Prof Arya mengemukakan visi ISI Denpasar saat ini yakni menjadi pusat unggulan seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal.

Menurut dia, dari sisi administrasi memang ISI Denpasar telah menjadi kampus unggulan yang dibuktikan dari akreditasi institusi sudah meraih A sejak 2017, demikian juga 12 dari 14 program studi di ISI Denpasar sudah mengantongi akreditasi A (unggul).

“Jadi secara administratif, lembaga ini sudah unggul. Di samping kami selalu berusaha agar para lulusan memiliki pengetahuan sesuai kompetensi yang diinginkan institusi,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut Prof Arya, masih patut dicermati apakah lulusan ISI Denpasar sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga kampus setempat tidak sampai mencetak lulusan yang kalah saing.

“Jiwa saya itu senang blak-blakan, tidak usah ditutup-tutupi karena kami sedang berbenah. Jika lulusan kami kurang, tolong ditunjukkan apa kurangnya, supaya kami bisa mengubah kebijakan, mengubah kurikulum, dan mengubah tata cara pembelajaran. Dengan demikian, lulusan kami benar-benar sesuai yang diinginkan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, budayawan Prof Dr I Made Bandem mengatakan suatu kebanggaan ISI Denpasar telah meraih akreditasi A untuk lebih dari 90 persen prodi yang dimiliki. Perolehan akreditasi A sebanyak itu, tidak dimiliki berbagai kampus ISI maupun ISBI lainnya di Tanah Air.

“Namun demikian, ISI Denpasar hendaknya dapat berkonsentrasi untuk peningkatan kualitas SDM terutama untuk penambahan dosen yang berstatus guru besar maupun penambahan dosen yang bergelar doktor. Minimal di masing-masing prodi bisa memiliki dua doktor,” ujarnya.

Prof Bandem juga mendorong ISI Denpasar agar meningkatkan jumlah penelitian dan publikasi ilmiah, di samping memerlukan gaya kepemimpinan yang kolaboratif dan adaptif dengan Revolusi Industri 4.0.

“Kami harapkan ISI Denpasar agar mampu menciptakan seniman pencipta, seniman pengkaji, sekaligus seniman yang berfungsi sebagai guru seni yang berintegritas. ISI Denpasar pun harus bisa menghasilkan karya-karya seni yang mutakhir,” katanya.

Yang tidak kalah penting, lanjut Bandem, para mahasiswa hendaknya diarahkan untuk bisa menghasilkan produk yang memberikan dampak ekonomi dan bisa menangkap peluang pasar.

Anak Agung Ngurah Gede Kusuma Wardana, penglingsir (tokoh) Puri Agung Kesiman memberikan masukan supaya ISI Denpasar mendorong lahirnya pemikir-pemikir seni yang visioner dan tidak hanya membangun muatan ISI ke dalam.

“Dalam konteks pelestarian dan penggalian, ISI perlu lebih rajin melakukan tindakan penyelamatan, merestorasi, merepertoar kesenian-kesenian Bali yang hampir punah. Tindakan ini penting demi merekam seluruh jejak peradaban seni, lintas sejarah, lintas cipta, seluruh aspek kesenian Bali,” ucapnya.

Kusuma Wardana mengharapkan ISI Denpasar harus mampu menjadi lembaga purohita kekinian dalam bidang seni dan kebudayaan, yang mampu membuat rumusan regulasi pemajuan kebudayaan khususnya Bali.

“Peningkatan ekonomi dan kesejahteraan juga tidak boleh dikesampingkan. ISI Denpasar harus mampu mengembangkan pendidikan seni yang bersinergi dengan penguatan kewirausahaan dalam teori dan praktik,” ujarnya.

Lain lagi dengan Anak Agung Gde Rai, pendiri ARMA mengharapkan ISI Denpasar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki mental-mental kreatif, yang mampu menciptakan lapangan kerja dan karya yang inovatif. “Jangan sampai lulusan ISI itu hanya mengejar ingin jadi PNS. Mereka harus bisa eksis dan adaptif sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Kemenkeu kenalkan pokok-pokok APBN kepada 400 mahasiswa Bali

Kemenkeu kenalkan pokok-pokok APBN kepada 400 mahasiswa Bali

Sumber : Antara Bali

Denpasar – Kementerian Keuangan mengenalkan pokok-pokok APBN 2019, peran dan fungsi APBN kepada sekitar 400 mahasiswa perwakilan berbagai perguruan tinggi se-Bali dalam acara bertajuk “Budget Goes to Campus”.

“Kami sangat senang karena respons adik-adik mahasiswa sangat baik terhadap acara ini, kami harapkan bisa menambah pengetahuan mahasiswa di Bali mengenai APBN,” kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani disela-sela acara “Budget Goes to Campus/BGTC” yang dipusatkan di ISI Denpasar, Selasa.

Menurut Askolani, Kementerian Keuangan telah melakukan sejumlah upaya untuk menyosialisasikan APBN kepada generasi muda. Untuk BGTC sendiri, selain dilaksanakan di Bali, juga telah dilaksanakan di sejumlah kampus di Maluku, Pulau Kalimantan dan sebagainya.

“Bahkan Ibu Menteri juga mengenalkan pada pelajar sampai anak-anak SD. Tahun-tahun sebelumnya juga dilaksanakan sejumlah lomba mengenai APBN, dengan para pesertanya dari kalangan siswa SMA/SMK dan mahasiswa. Dengan demikian, pemahaman mengenai APBN akan merata,” ujarnya.

APBN, lanjut Askolani, juga sangat terkait dengan bidang-bidang keilmuan mahasiswa di kampus. Pihaknya mengharapkan generasi terdidik itu tidak hanya memahami pengelolaan APBN, tetapi pengaruhnya terhadap perekonomian nasional. “Apalagi adik-adik ini yang akan meneruskan pembangunan Indonesia ke depan,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof Dr I Nyoman Artayasa MKes menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di kampus setempat.

“Ini agar mahasiswa dan civitas akademika mengetahui betul dan turut mengawasi APBN. Dengan demikian anak-anak menjadi jelas tentang APBN,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Artayasa, setelah tahun 2020 akan ada dana abadi untuk kebudayaan dan itu dinilai sebagai hal yang sangat menggembirakan bagi ISI Denpasar yang mengelola seni dan budaya.

“Kami sangat bergembira karena kami benar-benar sebagai pelaku dan pengelola seni yang ada di Bali,” ujarnya.

Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Anak Agung Rai Indra menyambut positif kegiatan yang digagas oleh Kementerian Keuangan.

“Lewat kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya sebagai pemakai anggaran, juga bisa menjadi tahu proses penganggaran dan alokasi anggaran untuk masing-masing bidang pembangunan,” ucap Rai Indra.

LLDIKITI Wilayah VIII sendiri, lanjut dia, selama ini juga berupaya membantu Kementerian Keuangan dengan program-program inklusi pajak pada kurikulum, selain menumbuhkan kesadaran pembayaran pajak tepat waktu yang memang penting untuk APBN.

Dalam kegiatan tersebut, selain diisi dengan pemaparan materi dan tanya jawab, juga diakhiri dengan kuis berhadiah sepeda yang dapat diikuti oleh para mahasiswa yang hadir menjadi peserta.

ISI Denpasar sampaikan pesan kebajikan lewat “Swarga Rohana Parwa”

Sumber : Antara News

Denpasar – Civitas akademika Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menyampaikan pesan-pesan kebajikan lewat sendratari berjudul “Swarga Rohana Parwa” yang ditampilkan untuk memeriahkan acara Dharma Santi Nyepi Nasional Tahun Caka 1941 di Taman Budaya Denpasar pada Sabtu (6/4) malam.

“Sengaja mengangkat garapan ini sebagai bentuk masukan-masukan terhadap situasi yang berkembang saat ini. Kita kan persiapan untuk Pemilu,” kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha di sela acara Dharma Santi Nyepi Nasional di Panggung Terbuka Ardha Candra.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama ISI Denpasar I Ketut Garwa menyatakan sendratari itu menunjukkan nilai-nilai kebajikan.

“Cerita-cerita Mahabharata tatkala perjalanan Prabu Dharmawangsa (Yudistira) menuju ke surga menjadi pedoman dalam kehidupan kekinian, antara kebajikan dan kebatilan,” ucap Garwa.

Pesan dari pertunjukan itu, menurut dia, adalah bahwa segala perbuatan jahat bisa mendatangkan kesenangan pada awal namun pada akhirnya apa yang ditanam maka itu yang akan dipetik, setiap perbuatan jahat pasti akan mendapat hukuman yang setimpal.

Garwa mencontohkan pelaku korupsi yang awalnya pasti senang menikmati hasil korupsinya, namun selanjutnya dia akan mendapat ganjaran setimpal atas karma buruknya.

“Swarga Rohana Parwa” menceritakan kisah para Korawa yang setelah mati dalam perang Bharatayudha semuanya menikmati kemewahan di surga, sementara Catur Pandawa beserta Drupadi mendapat tempat di neraka.

Sementara Korawa seperti biasa selalu berpesta pora, pada suatu kesempatan Bima berhasil lolos dari neraka dan memporak-porandakan pesta Korawa.

Yudistira yang saat itu sudah sampai di surga melihat Bima sedang mengamuk, lalu dia menenangkan Bima dan menyarankan adiknya menerima apapun keputusan para dewa.

Sementara di neraka, di kawah Yamaniloka dengan air kawah yang mendidih, hukuman untuk para roh sedang berlangsung. Di tempat itulah Arjuna, Nakula, Sadewa, dan Drupadi berada. Yudistira sangat pilu melihat saudara dan istrinya seperti itu.

Yudistira kemudian mengajak Bima melompat ke kawah tersebut. Keajaiban terjadi saat Yudistira melompat ke kawah, seketika neraka berubah menjadi surga. Pada saat itulah para dewa datang membawa Korawa untuk dimasukkan ke neraka.

Sedangkan Pandawa beserta Drupadi mendapatkan surga sesuai dengan kebaikan yang telah ditanam semasa hidup.

Tak hanya menampilkan sendratari yang melibatkan sekitar 200 mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar dengan orkestranya juga membawakan lagu-lagu rohani dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.

Selain itu, pada awal acara mahasiswi ISI Denpasar membawakan tari Rejang Pakuluh dengan busana bernuansa putih kuning di Panggung Terbuka Ardha Candra, membuat para hadirin kagum.

ISI Denpasar siap “ngayah” di desa pakraman se-Bali

ISI Denpasar siap “ngayah” di desa pakraman se-Bali

Sumber : Antara Bali

Civitas akademika Institut Seni Indonesia Denpasar siap “ngayah” di Pura Kahyangan Tiga seluruh desa pakraman (desa adat) di Bali, sebagai tindak lanjut implementasi program “ngayah” yang telah dilaksanakan secara konsisten di sejumlah pura besar di Pulau Dewata.

“Asalkan pengurus desa adat bersangkutan mengajukan permohonan fasilitas setahun sebelum puncak pujawali (ritual). ISI Denpasar akan memberikan fasilitas berupa topeng, wayang, tari-tarian, penabuh dan fasilitas penunjang upacara yang diperlukan secara gratis,” kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama ISI Denpasar I Ketut Garwa, usai ‘ngayah’ di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Selasa.

Sebelum ‘ngayah’ di Pura Ulun Danu Batur, civitas akademika ISI Denpasar juga ngayah di Pura Lempuyang dan Pura Penataran Agung Besakih serangkaian Panca Wali Krama.

“Memang agak menarik kali ini. Kami gandeng murid SMKN 3 Sukawati yang sudah seperti ‘anak’ kami sendiri. Tanggal 23 kemarin di Besakih, mereka menampilkan wayang, rejang dan baris. Kami topengnya,” ujar Garwa.

Dengan menggandeng pelajar SMK, pihaknya juga ingin mendekatkan atau memberdayakan para calon mahasiswanya kelak. Melalui kolaborasi sejak awal ini, calon mahasiswa akan lebih cepat mengenal ISI Denpasar, terlepas dari program studi apa yang menjadi pilihannya kelak.

Pihaknya berharap melalui spirit “ngayah”, maka nama ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan tinggi seni semakin dikenal oleh masyarakat Bali.

“Meskipun sudah dikenal luas, kami juga tetap melakukan sosialisi tentang lembaga ini. Kami juga punya agenda rutin merekonstruksi kesenian-kesenian yang hampir punah. Jadi semua masyarakat harus tahu,” ucap dosen asal Kabupaten Bangli ini.

Kerjasama ISI Denpasar Dengan Kunitachi College of Music – Jepang

Kerjasama ISI Denpasar Dengan Kunitachi College of Music – Jepang

Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., menerima sumbangan perangkat musik modern berupa flute dan saksofon dari Kunitachi College of Music, Jepang serta dua buah biola milik mendiang Ong Tiong Giap yang merupakan maestro biola asal Surabaya yang menetap di Kota Stutgart, Jerman sejak tahun 1950.

Prof. Kiechi Kubota dari Kunitachi College of Music mengaku, pihaknya sangat senang bekerja sama dengan ISI Denpasar. Hal ini dibuktikan dengan jalinan berbagai aktivitas akademik antara ISI Denpasar dengan lembaganya. Kemudian dikuatkan dengan bantuan alat musik modern.

Kubota menjamin, kondisi alat-alat musik milik institusinya masih bagus dan laik pakai. Dan ia siap menyumbangkan minimal satu perangkat orkestra untuk mendukung program studi (Prodi) Musik di ISI Denpasar. “Di tempat kami ada banyak alat musik modern yang masih bagus sekali. Kami persilakan pihak ISI Denpasar mengambilnya. Hari ini (kemarin, red) kami menyerahkan dua perangkat saja secara simbolis,” kata Kubota.

Pada kesempatan yang sama, Jongky Goie, mengaku diutus oleh istri mendiang Ong Tiong Giap, Ong Wang Ing untuk menyerahkan dua buah biola koleksi suaminya yang meninggal dunia tahun lalu. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini menceritakan, semasa hidupnya, Ong Tiong Giap merupakan salah satu pemain biola terbaik.

Sementara istrinya adalah pemain piano kenamaan yang menjadi gurunya di universitas Stutgart, Jerman. Mereka juga bekerja di orkestra milik pemerintah setempat. Pasangan suami istri itu, masih menurut Jogky, telah menjelajah belahan dunia untuk menggelar konser orkestra. “Koleksi mereka sangat banyak, khususnya biola. Sepeninggal suaminya, Ibu Ong berniat membagi-bagikan alat musik koleksinya untuk generasi muda di Indonesia, khususnya Bali. Karena beliau sangat menyukai Bali,” kata Jongky.

Jongky beralasan, dipilihnya ISI Denpasar oleh Nyonya Ong dikarenakan ia dan suaminya sering mengunjungi Bali. Selain itu, Jongky merupakan dosen tamu pada Prodi Musik ISI Denpasar. “Jadi ada semacam kedekatan khusus antara keluarga Ong dengan ISI Denpasar. Selain itu, saya juga pernah membawa orkestra tiup dan menggelar konset di ISI Denpasar 2018 lalu,” dia menambahkan.

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. Arya Sugiartha membenarkan antara pihaknya dengan Kunitachi College of Music, telah menjalin kerja sama sejak 2015 silam. Bahkan salah satu peserta didik Kunitachi mengambil degree di ISI Denpasar. “Kami kunjungan pertama ke Kunitachi pada 2015 lalu. Kemudian lanjut dengan kunjungan balasan, begitu selanjutnya. Nyambung terus. Hingga hari ini kami diberi sumbangan alat musik modern,” kata Arya didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama I Ketut Garwa, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan I Komang Sudirga dan Humas I Gede Eko Jaya Utama.

Sayangnya, bantuan alat musik dalam jumlah banyak itu terkendala regulasi pada sistem di Indonesia. Pihaknya terus berupaya mencari jalan keluar termasuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang agar pengiriman perangkat musik yang diperkirakan satu kontainer itu berjalan mulus, tanpa melanggar aturan yang berlaku di Indonesia.

Selaku pimpinan institusi, Arya berjanji akan mempergunakan bantuan tersebut sebaik-baiknya. “Kami mengucapkan terimakasih atas segala bentuk perhatian semua pihak untuk lembaga kami, ISI Denpasar,” pungkas rektor asal Pupuan, Tabanan ini.

ISI Denpasar Gelar Donor Darah

ISI Denpasar Gelar Donor Darah

Sumber : antaranews bali

Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Prasada Bhakti Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar donor darah bekerja sama dengan PMI Kota Denpasar  berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Donor darah ini harus bisa dipahami oleh civitas akademika ISI Denpasar sebagai kegiatan yang mulia karena nenyangkut visi kemanusiaan,” kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama ISI Denpasar I Ketut Garwa di sela-sela menggelar donor darah di kampus setempat, di ISI Denpasar, Jumat (15/3).

Menurut Garwa, sebagai makhluk sosial, peserta didiknya harus menyadari bahwa dalam mengarungi kehidupan ini tak lepas dari kegiatan tolong-menolong.

“Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu aplikasi rasa tolong-menolong itu di tengah masyarakat. Jadi, kami ucapkan terima kasih kepada mahasiswa pendonor dan PMI Kota Denpasar,” kata Garwa didampingi Humas I Gede Eko Jaya Utama.

Keluarga besar ISI Denpasar, tambah dia, telah rutin menyelenggarakan donor darah dan hal ini tentu mematahkan statemen bahwa mahasiswa ISI tidak hanya melulu berkutat soal seni.

“Kami kira donor darah ini bisa memberi dinamika di kampus. Tidak hanya numplek ngurusin seni. UKM ini penting, harus di-‘support’ penuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kota Denpasar I Nyoman Lantra memberi apresiasi UKM KSR PMI Prasada Bhakti ini. “Minimal ide mereka sudah bagus dengan rutin menggelar donor darah dan kami harus apresiasi. Kami harapkan ke depan pesertanya bisa lebih banyak lagi,” ucap Lantra.

Pihaknya mengimbau seluruh mahasiswa turut menyosialisasikan manfaat donor darah demi merangsang minat pendonor. 

Menurut Lantra, setidaknya ada tiga manfaat penting bagi pendonor yakni mampu menolong sesama, tubuh menjadi sehat karena ada pembaharuan sel darah dan pendonor berkesempatan uji lab secara gratis. Tiga manfaat ini ah yang menurutnya harus terus digelorakan di tengah masyarakat.

“Darah ini teramat penting bagi kehidupan manusia. Belum ada obat pengganti darah. Dengan prinsip utama membantu sesama, kami yakin semakin banyak yang tergerak hatinya,” katanya.

PMI, lanjut dia, tidak bisa memaksa seseorang untuk mendonorkan darahnya, juga tidak bisa ditarget mengumpulkan darah dalam jumlah tertentu. “Oleh karenanya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama,” ucap Lantra.

Loading...