Prodi Desain Mode ISI Denpasar Menangkan  Hibah PPPTV Dirjen Pendidikan Vokasi

Prodi Desain Mode ISI Denpasar Menangkan Hibah PPPTV Dirjen Pendidikan Vokasi

Sumber : https://wartabalionline.com/2020/10/18/prodi-desain-mode-isi-denpasar-menangkan-hibah-ppptv-dirjen-pendidikan-vokasi/

WEBINAR : Kegiatan Prodi Desain Mode serangkaian Hibah PPPTV Dirjen Pendidikan Vokasi

DENPASAR – Program Studi (Prodi) Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar memenangkan hibah Program Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi (PPPTV) Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi tahun anggaran 2020.

Ketua Prodi Desain Mode FSRD  Dr. Tjok Istri Ratna C.S, S.Sn, M.Si mengatakan, fokus utama kebijakan Dirjen  Pendidikan Vokasi di tahun 2020 adalah penentuan perguruan tinggi penerima hibah PPPTV yang dilakukan melalui satu rangkaian proses seleksi terdiri atas tiga tahapan yaitu proposal, administrasi dan presentasi. “Pada gelombang pertama Program Studi Desain Mode, FSRD Institut Seni Indonesia Denpasar berhasil melalui seluruh rangkaian seleksi bersama 63 perguruan tinggi di Indonesia dan menyisihkan hampir 200 perguruan tinggi lainnya,” jelas Tjok Istri Cora, Minggu ( 18/10/2020).

Prodi Desain Mode melaksanakan hibah yang diraih melalui dua aktivitas utama yaitu aktivitas Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan aktivitas Pengembangan Peralatan Pendukung Pembelajaran. Aktivitas Penguatan SDM diimplementasikan melalui enam kegiatan dalam bentuk seminar, workshop, dan focus group discussion yang dilaksanakan secara daring serta satu pelatihan yang dilaksanakan secara luring. Sedangkan aktivitas pengembangan peralatan pendukung pembelajaran dilaksanakan melalui pengembangan sarana dan prasarana pada Prodi Desain Mode yang relevan dengan kebutuhan industri mode.

Dua aktivitas tersebut diwujudkan dalam satu rangkaian kegiatan bertajuk “Gema Citta Dwipantara” yang berarti kumandang kesadaran akan keberagaman adat, suku, budaya dan bahasa yang ada di Indonesia khususnya dalam industri mode.

Sementara, Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar, memberi apresiasi dan selamat kepada Prodi Desain Mode atas dimenangkanya hibah tahun ini. ” Selamat kepada prodi desain mode dengan kegigihan sukses  memenangkan hibah penguatan pendidikan tinggi vokasi dalam bentuk program kegiatan baik workshop, pelatihan, seminar dan dukungan peralatan senilai Rp 1. 1 Miliar, ” kata Prof. Arya.

Rektor asal Pujungan Pupuan ini berharap kepada Prodi Desain Mode,  agar  mahasiswa  kedepan semakin mantap menyiapkan diri dalam peningkatan kualitas SDM. ” Peralatan semakin lengkap, belajar mengajar  lancar sehingga muaranya anak didik kita semakin berkualitas untuk bersaing nanti mereka terjun  di industri,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan  Dekan FSRD Dr. A.A Gde Bagus  Udayana , S.Sn, M.Si, mengatakan, melalui program ini, lebih fokus meningkatkan kesiapan SDM ketika mereka terjun ke industri. ” Lebih pada kerjasama yang dibangun antara pendidikan tinggi vokasi dengan industri, sehingga, lulusan anak didik kita ketika menyelesaikan kuliahnya langsung terserap oleh industri,” kata Udayana.

Untuk diketahui, agenda program penguatan pendidikan tinggi vokasi yang dilaksanakan melalui  Hibah PPPTV Prodi Desain Mode berlangsung dari 14 -24 Oktober 2020 diantaranya webinar internasional menghadirkan tokoh profesional seperti Sri Astari Rasjid-webinar nasional,  Bunda Ni Putu Putri Suastini – FGD, GBKRAA PAKU ALAM X – FGD,  Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana – FGD, Dr. Adrianus Laurens Gerung Waworuntu, S.S., M.A – FGD,  Prof. Dr. Agus Windharto, DEA – Webinar Nasional,  Dr. A.A. Gde Bagus Udayana, S.Sn., M.Si – FGD, Dr. Ir. Yuke Ardhiati, M.T – Webinar Nasional, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. – webinar Internasional,  Dr. Urmila Mohan – webinar internasional, Dr. Linda McIntosh – webinar internasional, Shingo Sato – webinar internasional, Okke Hatta Rajasa – webinar internasional.(sur)

ISI Denpasar Kenalkan Kehidupan Kampus Daring Kepada 482 Maba

ISI Denpasar Kenalkan Kehidupan Kampus Daring Kepada 482 Maba

Sumber : https://www.beritabicaranetwork.com/482-mahasiswa-baru-isi-denpasar-ikuti-pengenalan-kehidupan-kampus-daring/

Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar,MHum saat membuka PKKMB yang diwakili sejumlah mahasiswa, sisanya mengikuti secara daring 

Denpasar (BBN INDONESIA) – Sebanyak 482 mahasiswa baru (maba) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar angkatan 2020/20201 mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) secara daring dari 5-8 Oktober 2020.

“Skema seleksi mahasiswa baru yang kami lakukan memenuhi asas keadilan, setiap warga negara yang memenuhi kriteria punya kesempatan yang sama, tidak membedakan suku, ras, agama dan suku. Selain itu juga akuntabel dan transparan,” kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar,MHum saat membuka langsung PKKMB di Kampus ISI Denpasar, Senin (5/10).

Guru Besar Seni Karawitan itu mengemukakan, seluruh mahasiswa program sarjana terapan dan sarjana tersebut dijaring melalui tiga skema.

Pertama, lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), lulus seleksi sebanyak 76 orang, jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 199 orang, dan sisanya sebanyak 207 lolos lewat jalur Mandiri.

“Tahun ini ISI Denpasar mendapatkan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 120 kursi, dan terisi 74 kursi setelah diseleksi lewat tiga skema tersebut, serta sisanya pendaftar reguler,” katanya.

Prof Arya menegaskan, ISI Denpasar adalah perguruan tinggi berlabel seni yang spesifik, sehingga lulusan ISI Denpasar otomatis menjadi seniman dan desainer yang sangat dibutuhkan dalam membangun negeri ini.

Oleh karena itu, ia meyakini seluruh mahasiswa baru yang masuk ISI Denpasar murni berdasarkan niat yang tulus, bukan semata-mata pilihan alternatif setelah tidak diterima di perguruan tinggi lain.

Terkait pelaksanaan PKKMB yang berlangsung di tengah kondisi pandemi COVID-19, Arya pun meminta maaf karena mungkin pelaksanaannya tidak bisa maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Namun ia memastikan dan sudah berpesan kepada Wakil Rektor agar merancang skema terbaik sehingga substansi PKKMB tidak berkurang meski secara tatap maya.

“Seleksi kita juga sangat ketat. Jadi antara kampus dan mahasiswa berhak menilai masing-masing. Tujuan kita sama, ingin mendapatkan yang terbaik,” ujarnya.

Selama empat hari pelaksanaan PKKMB, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap keseriusan mahasiswa baru. Jika dinilai kurang ideal, pihaknya tidak segan mengeluarkan mahasiswa yang dinilai kurang pas menjadi bagian ISI Denpasar. Begitupun sebaliknya, jika ada mahasiswa baru yang merasa kurang “sreg” bisa membatalkan diri menjadi mahasiswa baru.

Prof Arya pun mengucapkan selamat bergabung bagi para maba yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

“Kami pastikan sarana, prasarana dan tenaga dosen di ISI Denpasar sangat memadai dan memuaskan. Kualitas dosen menjadi pertimbangan paling vital bagi calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof Dr I Nyoman Artayasa, MKes memaparkan, pelaksanaan PKKMB berpedoman pada SE Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud No 631/E.E2/KM/2020 tanggal 18 Juni 2020.

Dalam SE tersebut, memuat empat butir penting, diantaranya, memerintahkan perguruan tinggi melaksanakan PKKMB berbasis daring guna mencegah penularan COVID-19.

Kemudian, PKKMB bertujuan memperkenalkan, menyiapkan, dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibannya.

Selanjutnya, PKKMB merupakan tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi, dibantu oleh dosen dan tenaga kependidikan.

“Dalam pelaksanaannya, Kemendikbud mengimbau perguruan tinggi menambah aturan internal, agar PKKMB tidak keluar dari norma dan etika,” kata Artayasa, sembari mengungkapkan PKKMB juga berpedoman pada Surat Kementerian Pertahanan RI No B/433/M/2017, perihal Pelaksanaan Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam PKKMB.

Selama PKKMB berlangsung, mahasiswa baru diberikan materi sistem pendidikan tinggi, terutama semua jenis layanan di ISI Denpasar, materi kepemimpinan, Bela Negara, toleransi, bahaya penyalahgunaan narkotika, dan yang lainnya.

Selain menghadirkan pemateri dari kalangan  ISI Denpasar juga mengundang pembicara dari luar, seperti dari Korem 163/Wirasatya dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali. (BBN/Ant)

Rektor ISI Denpasar : Manfaatkan Pandemi COVID-19 Untuk Ciptakan Karya Inovatif

Rektor ISI Denpasar : Manfaatkan Pandemi COVID-19 Untuk Ciptakan Karya Inovatif

Sumber : https://www.beritabicaranetwork.com/rektor-isi-denpasar-manfaatkan-pandemi-covid-19-untuk-ciptakan-karya-inovatif/

Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum saat mewisuda perwakilan mahasiswa, Rabu (30/9/2020)

Denpasar (BBN INDONESIA) – Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum memotivasi lulusannya yang juga merupakan para seniman agar mampu beradaptasi dalam segala situasi.

“Situasi pandemi COVID-19 bisa dijadikan lompatan menciptakan karya-karya seni inovatif yang belum terpikirkan sebelumnya. Itu sudah terbukti dengan lahirnya karya seni virtual yang juga sudah dilombakan oleh Dinas Kebudayaan,” kata Prof Arya disela-sela pelaksanaan Wisuda XXIV Institut Seni Indonesia Denpasar yang berlangsung semi virtual, di Denpasar, Rabu.

Wisuda ISI Denpasar yang dilaksanakan perpaduan virtual dan langsung itu diikuti 386 wisudawan dari jenjang Sarjana Terapan, Sarjana dan Program Pascasarjana. Hanya beberapa perwakilan wisudawan yang diizinkan mengikuti prosesi secara langsung di titik pusat Gedung Studio Film, kampus setempat.

Awalnya, pimpinan ISI Denpasar berencana menggelar wisuda secara semi virtual pada Mei 2020. Tetapi, sebagian besar mahasiswa mendesak digelarnya wisuda konvensional sembari menunggu situasi normal. Namun, karena hingga September, kasus COVID-19 di Bali masih cukup tinggi, sehingga disepakatilah penyelenggaraan wisuda memadukan kegiatan virtual dan langsung.

Prof Arya menyadari lulusan tahun ini menghadapi tantangan yang sangat berat, karena minimnya lapangan pekerjaan, serta pembatasan aktivitas berkesenian akibat dampak pandemi COVID-19.

Tetapi, untuk menjaga ketajaman “soft skill” Selama pembatasan aktivitas sosial, dia menyarankan lulusannya tetap produktif menghasilkan karya sesuai kompetensinya masing-masing, sebagai persiapan saat situasi sudah pulih.

“Yang bisa dilakukan sekarang mengumpulkan koleksi karya seni. Misalnya pelukis, teruslah melukis. Bagi fotografer, teruslah memotret, kumpulkan karya sebagai stok, sehingga pas sudah normal, bisa dipamerkan. Metode seperti ini juga berlaku untuk semua seniman dari segala keahliannya,” ujarnya.

Menjelang masa purnatugasnya sebagai rektor pada Maret 2021, Prof Arya mengaku bangga diberi amanah memimpin kampus seni pelat merah satu-satunya di Bali-Nusra selama delapan tahun.

Diapun menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajarannya yang turut membantu menyukseskan program kerjanya untuk mencapai visi lembaga menjadi pusat unggulan seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal tahun 2020 ini.

Selain sukses mencatatkan berbagai prestasi membanggakan, Prof Arya tak menampik masih banyak kekurangan selama masa kepemimpinannya.

“Selama delapan tahun saya didampingi orang-orang hebat, mulai dari wakil rektor, dekan, kepala biro, seluruh dosen dan pegawai. Saya sangat terbuka sebagai pemimpin, dan saya yakin rektor berikutnya akan lebih hebat,” ucapnya.

Dalam wisuda yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat itu, lulusan terbaik untuk jenjang Magister (Prodi Seni) diraih oleh, Ni Luh Putu Asti Suarini (IPK 3,91), Nyoman Tri Ratih Aryaputri (IPK 3,91), Ni Made Bunga Pradnya Paramita (IPK 3,86), serta Sang Nyoman Gede Adhi Santika (3,72).

Pada jenjang Sarjana, I Gusti Ayu Mas Nari Wulan (IPK 3, 97), I Gede Yuda Pramada (IPK 3, 93) dan Ni Kadek Rina Ari Yustisia (IPK 3, 92) lolos sebagai tiga lulusan terbaik. Ketiganya berasal dari Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan.

Sedangkan lulusan terbaik jenjang Sarjana Terapan diraih oleh, Ni Wayan Dina Marreta (IPK 3,67) Putu Angga Wicaksana Putra (IPK 3, 59) Ni Komang Ari D. Supanti (IPK 3, 55). (BBN/Ant)

Wisuda XXIV ISI Denpasar Dilaksanakan Semi Virtual, Ini Pesan Rektor Prof. I Gede Arya Sugiartha

Wisuda XXIV ISI Denpasar Dilaksanakan Semi Virtual, Ini Pesan Rektor Prof. I Gede Arya Sugiartha

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha melepas lulusan seni dalam agenda Wisuda ke-XXIV ISI Denpasar yang dilaksanakan semi virtual, Rabu (30/9/2020).

Sumber : https://wartabalionline.com/2020/09/30/wisuda-xxiv-isi-denpasar-dilaksanakan-semi-virtual-ini-pesan-rektor-prof-i-gede-arya-sugiartha/

DENPASAR –  368 mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengikuti wisuda ke-XXIV (ISI) yang dilaksanakan semi virtual, Rabu (30/9/2020). Sedangkan prosesi secara langsung di  Gedung Studio Film dihadiri perwakilan wisudawan dari jenjang Sarjana Terapan, Sarjana dan Program Pascasarjana.

Dalam wisuda itu, lulusan terbaik untuk jenjang Magister (Prodi Seni) diraih Ni Luh Putu Asti Suarini (IPK 3,91), Nyoman Tri Ratih Aryaputri (IPK 3,91), Ni Made Bunga Pradnya Paramita (IPK 3,86) dan  Sang Nyoman Gede Adhi Santika (3,72).

Tiga lulusan terbaik dari jenjang Sarjana yaitu I Gusti Ayu Mas Nari Wulan (IPK 3, 97), I Gede Yuda Pramada (IPK 3, 93) dan Ni Kadek Rina Ari Yustisia (IPK 3, 92). Mereka berasal dari Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan. Sementara, lulusan terbaik jenjang Sarjana Terapan diraih  Ni Wayan Dina Marreta (IPK 3,67) Putu Angga Wicaksana Putra (IPK 3, 59) dan Ni Komang Ari D. Supanti (IPK 3, 55).

Sebelumnya, pimpinan ISI Denpasar berencana menggelar wisuda secara semi virtual pada Mei 2020. Namun, sebagian besar mahasiswa mendesak digelarnya wisuda konvensional sembari menunggu situasi normal. Karena hingga September kasus Covid-19 bekum meredam,  disepakati penyelenggaraan wisuda semi virtual.

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., menyadari lulusan tahun ini menghadapi tantangan cukup berat karena minimnya lapangan pekerjaan serta pembatasan aktivitas berkesenian akibat dampak wabah global Covid-19.

Kendati demikian,  Guru Besar Seni Karawitan ini memotivasi lulusannya agar mampu beradaptasi di segala situasi. Malah, situasi Covid-19 bisa dijadikan lompatan menciptakan karya-karya seni inovatif yang belum terpikirkan sebelumnya. Dan itu sudah terbukti dengan lahirnya karya seni virtual yang sudah dilombakan oleh Dinas Kebudayaan.

Dalam enjaga ketajaman ‘soft skill’ seniman selama pembatasan aktivitas sosial, Arya Sugiartha menyarankan lulusannya tetap produktif menelurkan karya sesuai kompetensinya masing-masing, sebagai persiapan saat situasi sudah pulih. “Yang bisa dilakukan sekarang mengumpulkan koleksi karya seni. Misalnya pelukis, teruslah melukis. Bagi fotografer, teruslah memotret, kumpulkan karya sebagai stok, sehingga pas sudah normal bisa dipamerkan. Metode seperti ini juga berlaku untuk semua seniman dari segala keahliannya,” kata Arya Sugiartha.

Terakit menjelang masa purna tugas sebagai rector Maret 2021, Rektor asal Pupuan, Tabanan ini mengaku bangga diberi amanah memimpin kampus seni plat merah satu-satunya di Bali-Nusra selama delapan tahun. Ucapan terimakasih pun disematkan untuk jajarannya yang turut membantu menyukseskan program kerjanya untuk mencapai visi lembaga menjadi pusat unggulan seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal tahun 2020.

Selain sukses mencatatkan berbagai prestasi membanggakan, Arya Sugiartha juga tak menampik masih banyak kekurangan selama masa kepemimpinannya. Untuk itu, ia berharap rektor baru bisa menyempurnakan ke depan. “Selama delapan tahun saya didampingi orang-orang hebat, mulai dari wakil rektor, dekan, kepala biro, seluruh dosen dan pegawai. Saya sangat terbuka sebagai pemimpin, dan saya yakin rektor berikutnya akan lebih hebat,” ujarnya.(sur)

Rektor ISI Denpasar: Seniman harus beradaptasi dalam segala situasi

Rektor ISI Denpasar: Seniman harus beradaptasi dalam segala situasi

Sumber : https://bali.antaranews.com/berita/211249/rektor-isi-denpasar-seniman-harus-beradaptasi-dalam-segala-situasi

Rektor ISI Denpasar: Seniman harus beradaptasi dalam segala situasi
Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum saat mewisuda perwakilan mahasiswa (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)

Denpasar (ANTARA) – Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum memotivasi lulusannya yang juga merupakan para seniman agar mampu beradaptasi dalam segala situasi.

“Situasi pandemi COVID-19 bisa dijadikan lompatan menciptakan karya-karya seni inovatif yang belum terpikirkan sebelumnya. Itu sudah terbukti dengan lahirnya karya seni virtual yang juga sudah dilombakan oleh Dinas Kebudayaan,” kata Prof Arya disela-sela pelaksanaan Wisuda XXIV Institut Seni Indonesia Denpasar yang berlangsung semi virtual, di Denpasar, Rabu.

Wisuda ISI Denpasar yang dilaksanakan perpaduan virtual dan langsung itu diikuti 386 wisudawan dari jenjang Sarjana Terapan, Sarjana dan Program Pascasarjana. Hanya beberapa perwakilan wisudawan yang diizinkan mengikuti prosesi secara langsung di titik pusat Gedung Studio Film, kampus setempat.

Awalnya, pimpinan ISI Denpasar berencana menggelar wisuda secara semi virtual pada Mei 2020. Tetapi, sebagian besar mahasiswa mendesak digelarnya wisuda konvensional sembari menunggu situasi normal. Namun, karena hingga September, kasus COVID-19 di Bali masih cukup tinggi, sehingga disepakatilah penyelenggaraan wisuda memadukan kegiatan virtual dan langsung.

Prof Arya menyadari lulusan tahun ini menghadapi tantangan yang sangat berat, karena minimnya lapangan pekerjaan, serta pembatasan aktivitas berkesenian akibat dampak pandemi COVID-19.

Tetapi, untuk menjaga ketajaman “soft skill” Selama pembatasan aktivitas sosial, dia menyarankan lulusannya tetap produktif menghasilkan karya sesuai kompetensinya masing-masing, sebagai persiapan saat situasi sudah pulih.

“Yang bisa dilakukan sekarang mengumpulkan koleksi karya seni. Misalnya pelukis, teruslah melukis. Bagi fotografer, teruslah memotret, kumpulkan karya sebagai stok, sehingga pas sudah normal, bisa dipamerkan. Metode seperti ini juga berlaku untuk semua seniman dari segala keahliannya,” ujarnya.

Menjelang masa purnatugasnya sebagai rektor pada Maret 2021, Prof Arya mengaku bangga diberi amanah memimpin kampus seni pelat merah satu-satunya di Bali-Nusra selama delapan tahun.

Diapun menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajarannya yang turut membantu menyukseskan program kerjanya untuk mencapai visi lembaga menjadi pusat unggulan seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal tahun 2020 ini.

Selain sukses mencatatkan berbagai prestasi membanggakan, Prof Arya tak menampik masih banyak kekurangan selama masa kepemimpinannya.

“Selama delapan tahun saya didampingi orang-orang hebat, mulai dari wakil rektor, dekan, kepala biro, seluruh dosen dan pegawai. Saya sangat terbuka sebagai pemimpin, dan saya yakin rektor berikutnya akan lebih hebat,” ucapnya.

Dalam wisuda yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat itu, lulusan terbaik untuk jenjang Magister (Prodi Seni) diraih oleh, Ni Luh Putu Asti Suarini (IPK 3,91), Nyoman Tri Ratih Aryaputri (IPK 3,91), Ni Made Bunga Pradnya Paramita (IPK 3,86), serta Sang Nyoman Gede Adhi Santika (3,72).

Pada jenjang Sarjana, I Gusti Ayu Mas Nari Wulan (IPK 3, 97), I Gede Yuda Pramada (IPK 3, 93) dan Ni Kadek Rina Ari Yustisia (IPK 3, 92) lolos sebagai tiga lulusan terbaik. Ketiganya berasal dari Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan.

Sedangkan lulusan terbaik jenjang Sarjana Terapan diraih oleh, Ni Wayan Dina Marreta (IPK 3,67) Putu Angga Wicaksana Putra (IPK 3, 59) Ni Komang Ari D. Supanti (IPK 3, 55).Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA

Loading...