ISI Denpasar Gelar Seminar Internasional “Dharma Waksita Dwipantara” FKI+ XII, 2023

ISI Denpasar Gelar Seminar Internasional “Dharma Waksita Dwipantara” FKI+ XII, 2023

Foto: Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana (kiri), dan akademisi Institut Kesenian Jakarta Dr. Iwan Gunawan, S.Sn., M.Si menjadi keynote speaker pada Seminar Internasional “Dharma Waksita Dwipantara” Kamis (26/10).

INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Denpasar (Bali) menggelar Seminar Internasional “Dharma Waksita Dwipantara” serangkaian Festival Kesenian Indonesia+ (FKI+) XII Tahun 2023. Seminar ini diadakan di Ruang Vicon Lantai 2 Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar.

Seminar Internasional “Dharma Waksita Dwipantara” menghadirkan dua keynote speaker (pembicara utam), yakni Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, dan akademisi Institut Kesenian Jakarta Dr. Iwan Gunawan, S.Sn., M.Si. Kedua pembicara tersebut memberikan wawasan yang berharga dalam konteks seni dan budaya di Indonesia.

Foto: (kiri ke kanan) K. Azril Ismail, Christabel Teng dan I Gde Made Indra Sadguna dalam Seminar Internasional “Dharma Waksita Dwipantara” Kamis (26/10)

Terdapat lima invited speaker (pembicara undangan) dari perguruan tinggi luar negeri. Mereka, yakni Christabel Teng dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura, dan K. Azril Ismail dari National Academy of Arts, Culture and Heritage Kuala Lumpur, Malaysia, menyampaikan makalah secara langsung. Sementara itu, Teija Gumilar dari Bydgoszcz University of Science and Technology, Polandia, Irving Chan Johnson National University of Singapore, dan Junko Konishi dari Okinawa Prefectural University of Arts menghadirkan pemikiran mereka melalui sesi virtual. Seminar ini dipandu dengan apik oleh I Gde Made Indra Sadguna, S.Sn., M.Sn., Ph.D.

Selain keynote speaker dan invited speaker, seminar ini juga menggelar sesi panel dengan pemaparan 17 makalah oleh partisipan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi seni yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI). Dharma Waksita Dwipantara memberikan kesempatan kepada para akademisi dan praktisi seni untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam upaya memajukan seni dan budaya di Indonesia.

Seminar Dharma Waksita Dwipantara ini menjadi salah satu titik penting dalam FKI+ XII tahun 2023. Seminar ini menciptakan dialog dan pertukaran gagasan yang memperkaya pemahaman tentang seni dan kebudayaan Indonesia, serta memperkuat sinergi antara pelaku seni di dalam dan luar negeri. (ISIDps/Humas)

ISI Denpasar (Bali) Gelar Seminar Internasional Bali Bhuwana Kanti

ISI Denpasar (Bali) Gelar Seminar Internasional Bali Bhuwana Kanti

Foto: Narasumber Seminar Internasional Bali Bhuwana Kanti, Yang Hanmo bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof. Dr. I Komang Sudirga dan dosen ISI Denpasar, Senin (16/10).

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar (Bali) menggelar Seminar Internasional Bali Bhuwana Kanti, sebagai bagian dari rangkaian program Bali Padma Bhuwana III Tahun 2023. Seminar menghadirkan narasumber dari Korea Selatan, Yang Hanmo, seorang arsitek dan fotografer profesional. Acara seminar dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. I Komang Sudirga, di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen Lantai 2, ISI Denpasar, Senin, 16 Oktober 2023.

Prof. Sudirga, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Seminar Bali Bhuwana Kanti adalah sebuah forum yang berharga bagi para seniman, ilmuwan, kreatif, dan tokoh maestro dari berbagai belahan dunia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di lingkungan ISI Denpasar. Belum lama ini, institusi ini telah mengalami perubahan yang signifikan, siap untuk bermetamorfosis menjadi ISI-Bali. Dalam konteks ini, ISI Denpasar membanggakan diri dengan berhasil mengundang seorang narasumber yang sangat berkualitas di bidangnya.

Yang Hanmo, selain berperan sebagai arsitek dan fotografer profesional, juga dikenal sebagai seorang perancang, penerbit, dan pemilik galeri ternama di Korea Selatan, adalah narasumber yang tepat untuk acara ini. Dia juga aktif dalam dunia pendidikan, mengajar arsitektur, konstruksi, dan manajemen konstruksi di sejumlah perguruan tinggi di Korea Selatan. “Kami sangat antusias untuk mendapatkan wawasan yang berharga tentang konstruksi Arsitektur tradisional Korea Selatan,” ujar Prof Sudirga dalam sambutannya.

Seminar dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Drs. I Ketut Muka, M.Si, Kepala Biro Umum dan Keuangan, Dr. I Gusti Ngurah Sudibya, SST., M.Sn, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, Dr. I Komang Arba Wirawan, S.Sn., M.Si, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Dr. A.A. Gde Bagus Udayana, S.Sn., M.Si, para Koordinator Program Studi, dosen, dan mahasiswa dari ISI Denpasar. Acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah undangan terkemuka.

Seminar dimoderatori oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ni Kadek Dwiyani, S.S., M.Hum. Yang Hanmo mempresentasikan materi dengan judul “Modern Interpretation of Hanok”. Hanok adalah sebuah bentuk arsitektur tradisional Korea yang kaya akan nilai-nilai budaya dan penyesuaian dengan iklim. Beberapa ciri khas Hanok mencakup atap bertumpuk, dinding kayu, pintu geser, serta ruang dalam yang terbuka ke taman dalam halaman. Material yang digunakan dalam konstruksi Hanok biasanya terdiri dari kayu, batu, dan genteng tanah liat. “Arsitektur Hanok merupakan salah satu contoh arsitektur yang merefleksikan budaya Korea, menunjukkan harmoni antara manusia dan alam. Rumah-rumah Hanok telah menjadi warisan budaya Korea yang tak ternilai dan terus dihargai hingga hari ini,” ungkap Yang.

Selain menjadi narasumber seminar, Yang Hanmo juga memamerkan koleksi fotonya dalam Pameran Internasional Bali Bhuwana Rupa, yang berlangsung 14 – 22 Oktober 2023 di Nata-Citta Art Space (N-CAS) ISI Denpasar. Dia menyuguhkan karya fotografi yang menggambarkan proses pembangunan rumah tradisional Korea Selatan. (ISIDps/Humas)

Loading...