SAMBUTAN REKTOR

Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn.

Om Swastyastu,
Assalammualaikum Warahmatulahi Wabarrakatuh,
Salam Sejahtera,
Salom, Namo Budaya,
Rahayu.

Salam Indonesia Maju, semoga selalu dalam keadaan sehat dan rahayu,

Selamat datang di Website Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar,

“Guna Widya Sewaka Satyam Siwam Sundaram“

Artinya dharma (kewajiban) ISI Denpasar adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berdasarkan kebenaran, kejayaan, dan keindahan

Sejarah ISI Denpasar

Institut Seni Indonesia Denpasar

          Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar adalah perguruan tinggi seni yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. ISI Denpasar secara fungsional dibina oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ISI Denpasar didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2003 tanggal 26 Mei 2003 yang merupakan integrasi dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar dan Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSSRD) Universitas Udayana.

Lambang Dan Bendera

      ISI Denpasar memiliki lambang yang disebut Ciwa Nataraja yaitu perwujudan Ciwa sebagai dewa tertinggi pencipta seni. Sebagai dewa pencipta, keempat tangannya masing-masing memegang pustaka suci (simbol dari ilmu pengetahuan); alat musik (simbol dari seni dan budaya); genitri (simbol dari ikatan dan kekuatan ilmu pengetahuan); dan cemeti (simbol dari pemacu dan pengendali ilmu pengetahuan). Dewa Ciwa yang berdiri di atas sebuah teratai; ditopang oleh seekor kura-kura besar (sebagai simbol dari keseimbangan dunia). Teratai menggambarkan sinar suci Tuhan Yang Maha Esa, serta nimbus yang melingkarinya menggambarkan kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. Warna dasar merah hati melambangkan kesungguhan dan kecintaan, serta warna keemasan yang terdapat pada lambang menggambarkan keagungan dari seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

       ISI Denpasar memiliki bendera dengan warna dasar merah hati, berukuran 3 (tiga) berbanding 2 (dua), lambang ISI Denpasar yang berwarna Kuning terletak ditengah-tengahnya. Bendera ISI Denpasar sebagaimana dipergunakan pada upacara akademik atau upacara lainnya yang sesuai.

Himne Dan Mars

    ISI Denpasar memiliki himne yang disebut Himne ISI Denpasar, yang lagu dan syairnya diciptakan oleh I Gusti Bagus Nyoman Pandji. Himne ISI Denpasar memiliki makna melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi membentuk manusia seutuhnya dengan kompetensi mencipta, mengkaji, membina, dan mengabdi pada seni budaya bangsa.

    ISI Denpasar memiliki mars yang disebut Mars ISI Denpasar, yang lagu dan syairnya diciptakan oleh I Gusti Bagus Ngurah Arjana. Mars ISI Denpasar memiliki makna sebagai penggugah semangat civitas akademika ISI Denpasar untuk membangun budaya bangsa melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tari Kebesaran

           ISI Denpasar memiliki tari kebesaran yang disebut Ciwa Nataraja, pencipta tari dan penata busana oleh N.L.N. Swasthi Widjaja Bandem, sedangkan penata iringannya oleh I Nyoman Windha. Tari kebesaran menggambarkan manifestasi Ciwa sebagai penari tertinggi yang menciptakan dunia lewat tari, Sebagai dewanya penari, Ciwa Nataraja secara terus menerus menari sehingga terciptanya ritme dan keteraturan dalam kosmos. Pancaran energi suci Ciwa, kemudian bersatu dan terciptalah alam semesta beserta isinya. Tarian Ciwa Nataraja ditarik oleh 9 (sembilan) orang penari, seorang berperan sebagai Ciwa, sedangkan 8 (delapan) orang penari lainnya merupakan simbol dari pancaran energi suci Ciwa. Tarian Ciwa Nataraja merupakan perpaduan antara elemen-elemen tari Bali dengan elemen-elemen tari bharata natyam, yang menyatu tidak terpisahkan.

Peta Kampus

Loading...