PKM ISI DENPASAR: LESTARIKAN SENI MELALUI PEMBINAAN GENDING BOPONG GENDER WAYANG GAYA KAYUMAS

Oct 6, 2023 | Berita, Berita Kegiatan

Foto: Pembinaan Gending Bopong Gender Wayang gaya Kayumas oleh Tim PKM ISI Denpasar di Sanggar Tabuh Kembang Waru, Banjar Abian Kapas Kaja, Desa Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur

Petangkilan merupakan salah satu adegan dalam pertunjukan wayang kulit Bali dengan beberapa motif gending untuk mengiringi tokoh-tokoh wayang yang akan mengadakan sidang/musyawarah (pauman). Gending ini dimainkan setelah gending pemungkah serta hanya dimainkan sekali tiap pentas. Gending petangkilan dalam wayang kulit Bali ada tiga macam yaitu Gending Alas Arum untuk karakter halus; Rundah untuk karakter sedang (mata dedeling), dan Bopong untuk karakter raksasa (keras). Pada umumnya ketiga gending gaya Kayumas Denpasar ini pasti disajikan dalam sebuah pertunjukan Wayang Kulit Bali. Namun belakangan Gending Bopong sudah jarang disajikan lagi.

Beranjak dari fenomena tersebut, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pembinaan Gending Bopong Gender Wayang Gaya Kayumas Denpasar. Kegiatan dilaksanakan di Sanggar Tabuh Kembang Waru, Banjar Abian Kapas Kaja, Desa Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur. Pembinaan dilaksanakan sejak 29 April 2023 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2023.

PKM dilaksanakan oleh sebuah tim yang diketuai oleh Ni Putu Hartini, S.Sn., M.Sn, anggota tim lainnya adalah I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn dan Dr. I Gede Mawan, S.Sn., M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa semester 6 Program Studi Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar, yaitu Ni Putu Shinta Mahadewi dan I Made Darmayasa. Mahasiswa ikut terlibat dalam memberikan pembinaan dan dokumentasi kegiatan.

Hartini menyatakan prioritas utama dalam pembinaan ini bukan hanya seputar penguasaan teknik keahlian menabuh dan penguasaan materi gending secara praktis, tetapi juga sebagai upaya membangun kecintaan dan rasa memiliki atas warisan kesenian dan budaya Bali, khususnya Gending Bopong Gender Wayang Gaya Kayumas. “Pewarisan gending-gending gender wayang, terutama gaya Kayumas Denpasar, harus mendapat perhatian dari para seniman karawitan, terutama pecinta gender wayang. Pembuatan dokumentasi audio visual harus segera dilakukan untuk menyelamatkan semua gending yang masih diingat. Melalui dokumen ini, kedepannya dapat dipakai sebagai sumber pengetahuan dan sumber materi pembelajaran,” ujar dosen Program Studi Karawitan ISI Denpasar ini.

Pimpinan Sanggar Tabuh Kembang Waru, I Ketut Raditha, menyambut dengan antusias kegiatan pembinaan Gending Bopong ini. Dia menganggap Gending Bopong kurang diminati oleh generasi muda karena memiliki struktur yang panjang, berbeda dengan gending Petangkilan lainnya. Sehingga pemain gender kesulitan dalam menguasai gending ini. “Sangat diperlukan sumber daya atau pembina untuk dapat melakukan pembinaan terhadap Gending Bopong ini,” tuturnya.

Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat (PKM) ini terdiri dari empat langkah kegiatan. Langkah-langkah tersebut meliputi pengenalan gending Bopong, pembacaan notasi, permainan musikalitas, dan pelatihan gending Bopong dengan demonstrasi teknik dasar memainkan gending Bopong Gender Wayang. Proses pelatihan dan pembinaan gending Bopong di Sanggar Tabuh Kembang Waru mencakup 15 kali pertemuan. Pembinaan diikuti oleh 12 peserta didik, terdiri dari 8 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Seluruh peserta didik berhasil menguasai materi pokok dengan baik dalam kegiatan pengabdian ini. Gending Bopong memiliki melodi yang panjang, sehingga dalam proses penuangan gending ini, dibagi menjadi beberapa bagian. Setiap kali pertemuan, satu bagian gending berhasil dituangkan, dan setiap bagian akan dibagi lagi untuk memudahkan pemahaman dan penguasaan peserta didik. Penuangan materi gending Bopong dari bagian I, II, dan III dapat dikuasai dengan baik dan dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. (ISIDps/Humas)

Berita Terkini

Kegiatan

Pengumuman

Artikel

KOMERSIALISASI PADA SENI PERTUNJUKAN BALI

Kiriman : Dr. Kadek Suartaya, S.S.Kar., M.Si. Abstrak Dinamika zaman yang terkait dengan gelombang transformasi budaya memunculkan perkembangan, pergeseran dan perubahan terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat Bali. Spesialisasi pada suatu bidang tertentu melahirkan...

Loading...