Mahasiswa ISI Denpasar Raih Juara 2 Dalam Kegiatan Competition and Charity of English Departement (CCED) 2022

Mahasiswa ISI Denpasar Raih Juara 2 Dalam Kegiatan Competition and Charity of English Departement (CCED) 2022

Selamat dan Sukses untuk mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar: Nama: Rizka Nur Amalia NIM. : 202006030 Prodi. : Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain atas prestasi dalam meraih penghargaan Juara 2 pada kegiatan Competition and Charity of English Department (CCED) 2022 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris (HMPSSI) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana🙏🙏 (ISIDps/Humas)

KAIN TRADISIONAL BALI DAN CARA PENYIMPANAN YANG TEPAT

Kiriman : Ni Kadek Yuni Diantari (Program Studi Desain Mode) dan Putu Ari Darmastuti (Program Studi Desain Interior)

Tekstil berasal dari kata “textere” yang berarti menenun. Tekstil sebagai kebutuhan pokok manusia merupakan hasil budaya yang mengalami perkembangan dari masa ke masa dari bentuk sederhana berupa serat kemudian berkembang menjadi benang dan kain. Tekstil diartikan pula sebagai kain yang diperoleh dengan cara memintal, menenun, merajut, menganyam atau membuat jala benang yang diperoleh dari berbagai serat. Hingga saat ini masih banyak tekstil yang dibuat dengan cara menenun, meskipun banyak kain bisa dihasilkan dengan cara lain seperti menganyam, merenda dan merajut. Di samping itu peralatan yang digunakan juga semakin berkembang sesuai teknologi dan tuntutan pada masanya.

Tekstil tradisional merefleksikan keanekaragaman suku bangsa berbagai daerah di Indonesia. Kain tenun tradisional Indonesia dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar yaitu kain batik, tenun ikat, tenun songket, dan seni sulaman (Marah, 1982/1983:4). Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keragaman kain tenun tradisional. Kain tenun Bali memiliki makna, nilai sejarah yang dipakai untuk keperluan upacara, baik untuk dikenakan oleh perseorangan yang akan melakukan atau yang akan diupacarakan sesuai dengan adat kepercayaan di Bali maupun sebagai pelengkap upacara. Di daerah Bali yang memiliki 8 kabupaten dan 1 kota dengan mayoritas penduduk beragama Hindu terdapat adat budaya serta tradisi yang memengaruhi keanekaragaman corak tenun yang khusus di setiap daerah. Menurut lontar Purana Bali, menenun merupakan wujud aktivitas berkesenian dalam kehidupan masyarakat Bali yang berawal dari turunnya Dewi Ratih ke bumi untuk mengajarkan masyarakat Bali menanam kapas dan mengolahnya menjadi kain atau wastra (Brigitta, dkk, 1997: 7).

Selengkapnya dapat unduh disini

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DALAM PERANCANGAN RUANG TIDUR YANG BAIK

Kiriman : I Putu Udiyana Wasista (Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar)

ABSTRAK

Tidur merupakan salah satu kebutuhan vital dalam kehidupan manusia. Kurang tidur dapat memengaruhi produktivitas hingga menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Kualitas tidur yang baik ditandai dengan indikator terhadap lamanya tidur, kondisi saat terbangun, serta fase-fase tidur yang tepat. Untuk menjaga kualitas tidur ini, salah satunya diperlukan strategi untuk membangun ruang tidur yang sesuai. Penelitian ini menggunakan sistem review literatur Dengan memerhatikan suhu, aliran udara, penggunaan warna, dan penempatan fasilitas, kualitas tidur yang baik dapat dibentuk. Namun tentunya dibutuhkan penelitian lain lagi, untuk menggali hubungan konkret perancangan ruang terhadap kualitas tidur penggunanya.

Kata kunci: tidur, desain, interior, ruang, tidur.

Selengkapnya dapat unduh disini

Loading...