Sejarah Lahirnya Komputer

Kiriman : IB Gede Wahyu Antara Dalem ( Staff UPT. TIK ISI Denpasar )

Abstrak

Teknologi komputer ini berkembang dari keinginan manusia menciptakan alat untuk menghitung, sejak zaman purba sampai perdaban modern. Bangsa Mesopotamia telah memiliki teknik menghitung dengan cara menempatkan biji-bijian atau kerikil. Bangsa China purba juga telah mengenal alat hitung suan-pan, yang lebih dikenal sebutan simpoa dan bangsa Eropa meyebutnya abacus. Alat hitung tradisional tersebut kemudian berkembang menjadi alat hitung mekanik pada abad ke-17, seperti kalkulator mekanik, mesin hitung mekanik, dan mesin analitik mekanik. Pada awal abad ke-20 teknologi untuk menghitung ini kemudian berkembang menjadi alat hitung elektro mekanik. Teknologi untuk menghitung ini kemudian makin berkembang setelah ditemukan teknologi elektronika pada 1940-an. Saat itu teknologi untuk menghitung ii disebut komputer. Istilah komputer dalam bahasa Inggris computer berarti menghitung. Kata computer itu  berasal dari bahasa Latin, computare. Kata com berarti menggabungkan dalam pikiran atau secara mental dan kata putare berarti memikirkan perhitungan atau penggabungan. Degan demikian computare berarti memperhitungkan atau menggabungkan bersama-sama. Selanjutnya, perkembangan komputer sejak 1950 dibedakan dengan batas generasi dan semakin mutakhir. Teknologi komputer desain (CAD) mulai dikenal pada akhir 1982, hingga berkembang teknologi computer desain 3D dengan realitas virtual pada 1990. Revolusi teknologi komputer pada akhir abad ke-20 telah memberikan kemudahan bagi berbagai pekerjaan manusia, seperti dalam pekerjaan desain dan perhitungan biaya.

Kata Kunci: Menghitung, Simpoa, Mekanik, Computare, CAD.

Selengkapnya dapat unduh disini

Taksu Seni Budaya Mewujudkan Ajeg Bali

Kiriman : Dr. Kadek Suartaya, S.S.Kar., M.Si (Dosen Fakultas Seni Pertunjukan )

Abstrak

Berkesenian adalah keseharian masyarakat Bali.  Menabuh gamelan, menari, melukis, menembang adalah rutinitas yang mengasyikkan dan dilakoni dengan suka  cita oleh orang Bali. Di pulau ini kesenian adalah persembahan, ibadah  dan sekaligus ekspresi estetik. Taksu seni budaya Bali memiliki kontribusi penting pada ajeg lestarinya peradaban Bali.

Kata kunci: Seni, Budaya, Ajeg Bali

Selengkapnya dapat unduh disini

Taksu Seni Budaya Mewujudkan Ajeg Bali

Kiriman : Dr. Kadek Suartaya, S.S.Kar., M.Si ( Dosen Seni Pertunjukan ISI Denpasar )

Abstrak

Berkesenian adalah keseharian masyarakat Bali.  Menabuh gamelan, menari, melukis, menembang adalah rutinitas yang mengasyikkan dan dilakoni dengan suka  cita oleh orang Bali. Di pulau ini kesenian adalah persembahan, ibadah  dan sekaligus ekspresi estetik. Taksu seni budaya Bali memiliki kontribusi penting pada ajeg lestarinya peradaban Bali.

Kata kunci: Seni, Budaya, Ajeg Bali

Selengkapnya dapat unduh disini

Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Karakter

Kiriman : I Nyoman Payuyasa, S.Pd., M.Pd. ( Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar )

ABSTRAK

Peningkatan mutu pendidikan karakter merupakan kebutuhan yang sangat mendasar saat ini, karena kondisi masyarakat mulai disusupi berbagai isu tidak baik. Hal ini dipertajam dengan muncul berbagai berita yang tidak sedap prihal tindak-tanduk perilaku peserta didik. Gesekan-gesekan intoleransi, perpecahan, dan gonjang ganjingnya rasa nasionalisme, merupakan ancaman serius. Hal ini dapat mengancam pencapaian tujuan pendidikan nasional, serta cita-cita luhur bangsa. Salah satu penopang kesuksesan pencapaian bangsa adalah pendidikan. Pendidikan yang baik juga harus dilandasi dengan pembentukan karakter yang bijak juga. Untuk menyikapi berbagai permasalahan di bidang pendidikan dan memperbaiki kualitas pendidikan yang seutuhnya, diperlukan media yang baik. Salah satu nilai yang kuat dan sarat dengan pembangunan karakter adalah kearifan lokal. Kearifan lokal dilihat sebagai bentuk kecerdasan manusia yang sifatnya pengkritalisasian nilai-nilai moralitas. Kearifan lokal dapat dijadikan sebagai sebuah media peningkatan kualitas dan mutu pendidikan karakter. Instansi pendidikan wajib merumuskan kearifan lokal yang bisa dijadikan media serta bahan yang bisa juga dikolaborasikan dengan situasi pembelajaran di kelas.

Kata Kunci : Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter

Selengkapnya dapat unduh disini

Loading...