ISI BANGKITKAN GAMBUH LEWAT TRADISI “NGAYAH”

ISI BANGKITKAN GAMBUH LEWAT TRADISI “NGAYAH”

Drama tari Gambuh adalah mata air seni pertunjukan Bali yang kini semakin sulit dijumpai pementasannya. Tetapi pada Sabtu (11/10) siang lalu, masyarakat Penatih, Denpasar, tampak asyik menyaksikan pagelaran teater tua ini dalam sebuah upacara keagamaan. Bertempat di sebuah wantilan di halaman luar Pura Dalem Puri Desa Penatih, para seniman Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, memainkan sebuah lakon Panji dengan iringan sebuah ensambel gamelan yang didominasi oleh beberapa buah suling panjang.
Pada awalnya, teater total Gambuh adalah kesenian istana kaum bangsawan Bali tempo dulu. Pada masa kejayaan Dalem Waturenggong di abad ke 16, seni pertunjukan Gambuh adalah tontonan kesayangan seisi kraton dan masyarakat umum. Begitu tingginya gengsi kesenian ini hingga hampir setiap puri di Bali saat itu memiliki tempat khusus untuk menggelarnya yang disebut dengan bale pagambuhan. Para seniman Gambuh yang menonjol direkrut menjadi seniman istana dan diberi status sosial yang terhormat.
Akan tetapi seiring dengan terkikisnya era feodalisme ikut pula menggerus keberadaan seni pentas yang diduga sudah muncul di Bali pada abad ke- 10 ini. Kini hampir tak ada bekas pusat kerajaan yang masih memiliki bale pagambuhan. Para seniman yang terwadahi dalam sebuah sekaa yang khusus menggeluti teater Gambuh pun belakangan makin susut. Seni pertunjukan ini bahkan sudah masuk dalam katagori kesenian langka. Pementasannya hanya mungkin bisa dipergoki dalam upacara berskala besar di pura-pura besar di Bali.
Memasuki zaman kemerdekaan seni pertunjukan Gambuh memang beralih fungsi dari kesenian istana menjadi seni pentas ritual keagamaan. Seperti yang nampak di Pura Dalem Puri Penatih itu, penampilan Gambuh selain dimaknai sebagai presentasi estetik namun juga menjadi kelengkapan upacara keagamaan penting tersebut. Dalam suasana yang komunal dan atmosfir yang religius, generasi tua dan muda para partisipan upacara keagamaan itu menyaksikan teater tradisi yang amat jarang dipentaskan itu.
Menariknya, ditengah krisis semakin langkanya penari dan pemain gamelan Gambuh, ISI Denpasar menampilkan para pemain muda. Para mahasiswa dan dosen yang membawakan kesenian itu memang tidak begitu sering mementaskan Gambuh. Tapi lewat kelas formal di kampus ditambah belajar kepada empu-empu Gambuh di tengah masyarakat, mereka menunjukkan penampilan yang cukup mantap. Para seniman tari ISI seperti Ida Ayu Wimba Ruspawati, Gede Suryanegara, Dewa Wicaksana, Wayan Sumantra, Wayan Sutirta, Wayan Budiasa dan lain-lain dengan perannya masing-masing menunjukkan keperigelannya penuh percaya diri.
Suara gemericik dalam embusan sepoi alunan suling yang mengiringi teater itu juga adalah sajian seni yang jarang terdengar. Beberapa suling panjang adalah instrumen utama dari musik pementasan Gambuh. Alat musik bambu ini bertugas membawakan seluruh melodi gending, baik tabuh instrumental maupun gending iringan tari. Untuk memainkan suling-suling panjang ini cukup sulit, diperlukan tehnik permainan nafas dan keterampilan bermain suling selain juga kepekaan musikalitas yang tinggi. Siang itu, tampak pejabat rektor ISI, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,MA dengan penuh keseriusan bermain suling.
“Ngayah di tengah masyarakat seperti ini sungguh memberikan kebahagiaan spiritual,“ ujar Prof. Rai seusai pementasan. Bagi lembaga seni yang dipimpinnya, katanya, melakukan berbagai pementasan seni di tengah masyarakat adalah implementasi dari dharma pengabdian kepada masyarakat. Selain secara melembaga, tambahnya secara individu para dosen dan mahasiswa ISI telah berperan dan menunjukkan kontribusinya di tengah masyarakat Bali yang memang sarat dengan kehidupan seni. “Melalui kesempatan ngayah, kami ingin seni adi luhung seperti Gambuh dapat diapresiasi lagi oleh masyarakat kita,“ ungkap Prof. Dr. Rai.
Humas ISI Denpasar melaporkan
DUA MAHASISWI ISI DENPASAR KE AMERIKA SERIKAT

DUA MAHASISWI ISI DENPASAR KE AMERIKA SERIKAT

 

DUA MAHASISWI ISI DENPASAR MENERIMA BEASISWA ‘ENGLISH LANGUAGE STUDY PROGRAM (IELSP)’ KE AMERIKA SERIKAT

 

 

Dua mahasiswi ISI Denpasar, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) telah terpilih sebagai penerima beasiswa Indonesia English Language Study Program (IELSP) dari US Departement of State. Dua mahasiswi tersebut adalah Ni Wayan Ari Suardiyanti, jurusan Desain Komunikasi Visual, serta Made Arini Hanindharputri, jurusan Desain. Mereka mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris selama 8 minggu di Amerika Serikat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, khususnya dalam English for Academic Purposes. Selain itu, peserta akan memiliki kesempatan untuk mempelajari secara langsung kebudayaan dan masyarakat Amerika Serikat, karena dalam program ini mereka akan mengikuti kelas immersion dimana bergabung dengan peserta lain dari berbagai bangsa dan negara. Dalam program ini, mereka tidak hanya akan belajar bahasa Inggris, namun juga akan mengikuti berbagai program kultural yang akan memberikan pengalaman yang sangat berharga.

Ni wayan Ari Suardiyanti beserta kandidat lainnya yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia akan berangkat keAmerika Serikat pada tanggal 13 Maret 2009, sementara Made Arini Hanindharputri. Sebelum berangkat ke Amerika Serikat, mereka mendapat pengarahan oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A, pada tanggal 17 September 2008, di ruang Rektor ISI Denpasar. Mereka didampingi pula oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Dra. Ni Made Rinu, M.Si, Pembantu Rektor I, Drs. I Ketut Murdana, M.Sn, Pembantu Rektor IV, I Wayan Suweca, S.SKar., M.Mus serta pembimbing bahasa Inggris, Ni Ketut Dewi Yulianthi, S.S., M.Hum.

Prof. Rai mengungkapkan perasaan bangga terhadap kedua mahasiswi yang telah membawa citra positif untuk kemajuan ISI Denpasar. Dengan diterimanya beasiswa dua mahasiswi ISI Denpasar ke Amerika Serikat, sebagai bentuk implementasi ISI Denpasar go internasional. Prof. Rai menambahkan keberhasilan kedua mahasiswi memperoleh beasiswa tersebut tidak terlepas dari dukungan kampus yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan Toefl Preparation, sejak bulan Februari 2008 dibawah bimbingan Ni Ketut Dewi Yulianthi, S.S., M.Hum. Hingga kedua mahasiswi ini mampu memperoleh nilai TOEFL diatas 500. Melebihi persyaratan TOEFL dari The Indonesian international Education Foundation (IIEF).

 

 

PREES RELEASE

17 September 2008

Pengarahan Pj. Rektor ISI Denpasar kepada dua mahasiswi yang memperoleh beasiswa ke Amerika Serikat

 

 

HUMAS ISI DENPASAR MELAPORKAN

SEMINAR KRIYA SENI

SEMINAR KRIYA SENI

ISI Denpasar akan menyelenggarakan Seminar Kriya Seni dengan Tema ‘Strategi manajemen dan Inovasi Kewarisan di Bali’, yang akan diselenggarakan melalui Jaringan INHERENT pada:

Hari : Selasa
Tanggal : 12 Agustus 2008
Waktu : Jam 9.00 – 12.00 WITA
Bentuk : Interaktif, dimulai dari peserta internal (ISI) dan selanjutnya selang seling antara peserta internal dan site yang mendaptar. Sesi diskusi ini melibatkan pihak stakeholder eksternal dari pengusaha dan pengrajin kriya di Bali.
MCU : 167.205.128.11
Nara Sumber :
1. Rektor ISI Denpasar
2. Bapak Prof. Setiawan Sabana (ITB), ” Strategi Manajemen Pewarisan dan Sistem Inovasi Kepandaian: Studi Kasus Sentra Industri di Bali”
3. Bapak Drs. I Wayan Suardana, MSn. (ISI Denpasar) ”Relevansi Pendidikan Akademik dengan perkembangan produk Kriya di Masyarakat”.

SEMINAR KRIYA SENI

HASIL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU

August 8, 2008

1. Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dalam rapat yang diadakan pada tanggal 5 Agustus 2008 menetapkan para calon yang NOMOR TESTING dan NAMA-nya tercantum dalam Lampiran pengumuman ini dinyatakan LULUS SELEKSI.

2. Penetapan calon yang dapat diterima sebagai mahasiswa baru ISI Denpasar didasarkan pada hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2008/2009 yang ujiannya diselenggarakan tanggal 31 Juli, 1-2 Agustus 2008.

3. Pendaftaran kembali dilaksanakan tanggal 6 Agustus – 9 Agustus 2008, (Rabu – Kamis: pukul 09.00 – 13.30 wita, Jumat – Sabtu: pukul 09.00 – 11.00 wita) di Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Gedung Rektorat ISI Denpasar, lantai I.

4. Pendaftaran untuk menjadi mahasiswa ISI Denpasar harus disertai dengan kelengkapan administrasi akademik yaitu:
a) Foto copy Surat Tanda Lulus (STL) SMA/SMK/sederajat yang dilegalisir (bagi yang belum)
b) Foto copy Ijazah SMA/SMK/sederajat yang dilegalisir (bagi yang belum)
c) Kartu Peserta Tes Penerimaan Calon Mahasiswa Baru ISI Denpasar (asli)
d) Pas Foto warna ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar

5. Calon mahasiswa baru pada waktu pendaftaran kembali dikenakan biaya sebesar Rp. 1.655.000,- (satu juta enam ratus lima puluh lima ribu rupiah) dengan rincian sesuai dengan pengumuman tersendiri Nomor 1234/I5.12/KM/2008 tanggal 2 Agustus 2008 sebagai berikut:

a) SPP Rp. 800.000,-
b) Pakaian Almamater Rp. 400.000,-
c) Biaya Sosialisasi kegiatan akademik dan kemahasiswaan Rp. 250.000,-
d) Iuran Senat Mahasiswa (ISI dan Fakultas) Rp. 55.000,-
e) Iuran BSMI/BAPOMI Rp. 25.000,-
f) Buku Panduan Studi Rp. 40.000,-
g) Iuran + Kartu Anggota Perpustakaan Rp. 35.000,-
h) Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Rp. 25.000,-
i) Asuransi Mahasiswa Rp. 25.000,-

JUMLAH Rp. 1.655.000,-

6. Tidak memanggil mahasiswa baru dengan surat panggilan dan tidak melayani surat menyurat yang berkaitan dengan pengumuman ini.

7. Pengumuman ini adalah satu-satunya pengumuman yang merupakan keputusan akhir

8. Tahap-tahap pendaftaran kembali ditetapkan dengan pengumuman tersendiri

Demikian untuk diperhatikan.

Denpasar, 5 Agustus 2008
a.n. Rektor
Pembantu Rektor I

Drs. I Ketut Murdana, M.Sn.
NIP. 131475038

Loading...